JOURNAL ARTICLE

Strategi Komunikasi Dakwah dalam Membina Aqidah santri: Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul Huda Fauziyyah.

Abstract

Abstract. This study explores the da'wah communication strategies used by Pondok Pesantren Nurul Huda Fauziyyah to improve students' understanding of Islamic creed (aqidah). Various challenges are identified, including differing educational backgrounds, cultural influences, limited family supervision, and digital information exposure. Using a qualitative descriptive approach and guided by Carl Hovland’s Persuasive Communication Theory, the research examines the effectiveness of the pesantren’s strategy. The components analyzed include the persuader and persuadee, message content, media channels, student feedback, environmental support, and the overall impact on students’ beliefs and attitudes. Findings show that the strategy contributes significantly to increasing students' aqidah comprehension. However, some students still experience doubts, particularly regarding monotheism (tauhid) and religious practices. The pesantren’s method addresses psychological and contextual factors, proving effective in fostering strong aqidah values and shaping students’ Islamic character. Additionally, the strategy helps identify differences in aqidah understanding based on students' family religious backgrounds. Students from devout families generally show stable understanding, while those from less religious environments need more intensive guidance. The adaptive, structured, and responsive nature of this communication approach plays a key role in bridging these gaps, enhancing the effectiveness of da'wah within a modern educational setting. Abstrak. Tujuan dari studi ini adalah untuk memahami strategi komunikasi dakwah yang digunakan oleh Pondok Pesantren Nurul Huda Fauziyyah dalam meningkatkan pemahaman aqidah santri. Permasalahan muncul akibat latar belakang pendidikan yang beragam, kuatnya budaya lokal, minimnya pengawasan keluarga, dan pengaruh arus informasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori komunikasi persuasif Carl Hovland. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dakwah pesantren mencakup unsur persuader dan persuadee, penyampaian pesan yang tepat, pemanfaatan media yang sesuai, pemberian umpan balik, serta penciptaan lingkungan yang mendukung. Strategi ini mampu meningkatkan pemahaman aqidah sebagian besar santri, meskipun sebagian lainnya masih mengalami keraguan, khususnya dalam hal tauhid dan praktik keagamaan. Strategi ini terbukti efektif karena memperhatikan aspek psikologis santri dan latar belakang keluarga mereka. Santri dari keluarga religius cenderung memiliki pemahaman yang stabil, sementara santri dari keluarga dengan pembinaan agama yang minim memerlukan pendekatan dakwah yang lebih intensif. Dengan strategi yang adaptif dan responsif, pesantren berhasil menjembatani kesenjangan pemahaman aqidah antar santri. Hasil ini menunjukkan bahwa komunikasi dakwah yang sistematis dapat membentuk karakter keislaman santri secara menyeluruh.

Keywords:
Humanities Art

Metrics

0
Cited By
0.00
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
0
Refs
0.36
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Topics

Islamic Finance and Communication
Social Sciences →  Social Sciences →  Sociology and Political Science
Islamic Studies and Radicalism
Social Sciences →  Social Sciences →  Sociology and Political Science
Qur’anic Interpretation Studies
Social Sciences →  Social Sciences →  Education

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

KADERISASI DAKWAH SANTRI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA

Muhammad FauzanAchmad Nur

Journal:   Al-Qudwah Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Year: 2024 Pages: 69-82
JOURNAL ARTICLE

POLA KOMUNIKASI USTADZ DALAM MEMBINA AKHLAK SANTRI (Studi Kasus Pondok Pesantren Modern Dea Malela)

Muhammad Fulki FadhillahApriadi Apriadi

Journal:   KAGANGA KOMUNIKA Journal of Communication Science Year: 2020 Vol: 2 (1)Pages: 51-57
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.