Secara umum penerjemahan merupakan upaya untuk memindahkan pesan atau makna sebuah teks (dalam hal ini puisi) dari bahasa sumber ke bahasa sasaran, sehingga pembaca yang tidak memiliki pengetahuan mengenai bahasa sumber dapat memahami pesan yang disampaikan oleh pengarang. Penerjemahan puisi relatif lebih sulit dibandingkan karya sastra yang lain karena penerjemah dituntut untuk dapat menyampaikan pesan tanpa mengurangi nilai estetika dari sebuah puisi. Nilai estetika ini dimiliki oleh puisi sumber sebagai gabungan dari unsur-unsur pembangun puisi yang tersusun secara harmonis membentuk puisi yang indah. Berkenaan dengan hal itu, penerjemah yang baik tidak hanya dapat menyampaikan pesan yang sepadan tetapi juga menjaga agar keindahan puisi tetap dapat dinikmati oleh pembaca. Untuk mempertahankan keindahan tersebut berbagai upaya dilakukan oleh penerjemah yang dapat berakibat pada pergeseran bentuk dan makna sebuah puisi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Kata kunci: puisi, penerjemahan, pergeseran bentuk, pergeseran makna.
Eni Candra NurhayatiAnas AhmadiUdjang PairinBudinuryanta Yohanes
Muhammad Yunus Anis Ulfah Haniyatur Rofi‟ah
Tedi Dwi FirmansyahTarman TarmanMuh. Ali Imran
Indra GunawanYani HeryaniMuhammad Nurhasan