Ahmadi AhmadiAntonius Totok PriyadiHenny Sanulita
Penelitian ini merupakan kajian semiotika Roland Barthes terhadap novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye, dengan fokus pada lima kode utama: hermeneutika, semik, simbolik, proaretik, dan kultural. Menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra, data dikumpulkan melalui identifikasi dan klasifikasi, menggunakan penulis sebagai instrumen utama yang dibantu dengan kartu data. Keabsahan data diuji melalui referensi pendukung, diskusi dengan sejawat, triangulasi, dan bimbingan akademik. Analisis dilakukan secara kritis melalui pembacaan, interpretasi konflik internal dan eksternal, serta penyimpulan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima kode Barthes ditemukan secara signifikan dalam novel, masing-masing dengan jumlah data sebagai berikut: 17 kode hermeneutika, 14 kode semik, 11 kode simbolik, 18 kode proaretik, dan 18 kode kultural. Temuan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pembelajaran sastra di lingkungan sekolah
Dandi AkbarHasmi SuyuthiSeptina LisdayantiIra Yuniati
Zikriani ZikrianiMulyadi MulyadiMulyadi MulyadiMagister Ilmu Linguistik, Universitas Sumatera Utara Indonesia
Syahdidatul Faizah MaulidiastutiAnas Ahmadi
Ervidina Nastiti Karya DewiYoseph Yapi TaumChristina Astrilinda Purnomo
Anzila KhoironyDarwin EffendiDian Nuzulia Armariena