Syamil BasyayifTatik Mariyatut Tasnimah
Nizar Qabbani dan Chairil Anwar sebagai penyair modern yang berbeda kebangsaan banyak menuliskan puisi cinta. Meski menulis dengan tema yang sama, pandangan, konvensi, atau tradisi puisi masyarakat Arab dengan masyarakat Indonesia cenderung berbeda. Berdasarkan hal itu, penelitian ini bertujuan mengungkapkan perbedaan dan persamaan makna cinta dalam puisi “Yaumiyat Rajulin Mahzumin” dan “`Ala `Ainaiki Yudabitu al-`Alam Sa`atihi” yang terhimpun dalam antologi puisi al-A`mal asy-Syi`riyah al-Kamilah karya Nizar Qabbani, serta puisi “Sajak Putih” dan “Kabar dari Laut” yang terhimpun dalam antologi puisi Aku Ini Binatang Jalang karya Chairil Anwar. Penelitian ini menggunakan kajian Pararelisme Tematik Sastra Bandingan yang menyoroti kesamaan dan kontras tema, motif, serta gagasan utama antara dua atau lebih karya puisi dari konteks budaya, periode, atau bahasa yang berbeda. Dalam menginterpretasi keempat puisi di atas, metode yang digunakan adalah semiotika Riffaterre yang terdiri atas pembacaan Heuristik dan pembacaan Hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat kesamaan pandangan antara Nizar Qabbani dan Chairil Anwar perihal makna cinta, kesetiaan dan ketulusan, sedangkan perbedaannya terletak pada kecenderungan pesimistis Nizar Qabbani dan optimistis Chairil Anwar dalam memandang cinta.
Auliya HizbullahTatik Maryatut Tasnimah
Rahmadi RahmadiDwi Wahyu Candra Dewi
Neissaroh Al MardhiahYosi Wulandari
Igna DurotunnafisahIsmi Aulia Nur