Glorian Hilarius Kiantin BedaAdli FariziIcha MaulidyaCynthia Octavania Putri SalmaAditya Pandu WicaksonoMuhammad Nasir
Transformasi digital telah menjadi kebutuhan mendesak dalam berbagai sektor industri, termasuk layanan bengkel otomotif yang selama ini masih banyak menggunakan sistem manual. Permasalahan umum yang dihadapi meliputi pencatatan data pelanggan yang tidak efisien, manajemen keuangan yang rentan kesalahan, serta kurangnya transparansi dan kenyamanan dalam pelayanan pelanggan. Agar dapat mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi bengkel otomotif berbasis web dengan menerapkan metodologi Agile Scrum. Metode ini dipilih karena bersifat iteratif dan adaptif, memungkinkan pengembangan sistem secara bertahap melalui sprint yang disusun berdasarkan prioritas dan kebutuhan pengguna. Proses pengembangan dilakukan dalam empat sprint, dengan masing-masing sprint mencakup perencanaan, implementasi, evaluasi, dan pengujian. Fitur yang berhasil dikembangkan antara lain sistem autentikasi, form pengecekan progres perbaikan, manajemen entri servis, ulasan pelanggan, pop-up chat real-time, laporan keuangan, serta pengelolaan data lokasi dan kontak bengkel. Setiap tahapan pengembangan dilakukan secara kolaboratif oleh tim Scrum yang terdiri dari Scrum Master, Product Owner, dan Developer, yang secara aktif berpartisipasi dalam perencanaan backlog dan pembuatan user story untuk memastikan hasil yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Evaluasi terhadap sistem dilakukan menggunakan metode Black Box Testing, yang menunjukkan bahwa semua fitur telah berjalan sesuai dengan spesifikasi dan tanpa kesalahan berarti, menjamin kualitas dan kehandalan sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Agile Scrum tidak hanya meningkatkan efisiensi internal operasional bengkel, tetapi juga mendukung pelayanan yang lebih transparan dan interaktif kepada pelanggan melalui berbagai fitur seperti chat secara real-time dan sistem ulasan. Fleksibilitas metode Agile dalam menanggapi perubahan kebutuhan pengguna secara cepat juga menjadi nilai tambah penting dalam proses pengembangan ini, serta memungkinkan sistem untuk beradaptasi dengan dinamika kebutuhan yang berkembang. Dengan demikian, sistem informasi yang dibangun mampu menjadi solusi praktis dan efektif dalam mendukung digitalisasi layanan bengkel otomotif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan sistem serupa di sektor layanan lain yang membutuhkan pendekatan fleksibel dan kolaboratif dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi yang cepat.
Nafi Beckhamsyah SiahaanYahfizham Yahfizham
Darmansyah DarmansyahNovi AprianiDonny Apdian
Afriza Meigi ZukhrufSoma Setiawan Ponco NugrohoFirda Khoirun Nisa'
Untung SubagyoSugiyatnoMiftahul Jannah
Dian LestariTantri Hidayat SinagaNurjamiyah Nurjamiyah