Fadila Eka GustinaNatasya Alya PutriMuhammad SarjikiSari Febriani
Masjid Agung Demak merupakan salah satu warisan budaya Islam yang mencerminkan akulturasi antara ajaran Islam dan budaya lokal Jawa. Arsitektur masjid ini memiliki nilai simbolis yang dalam, terlihat dari penggunaan Saka Guru, atap bertingkat tiga, serta ornamen khas yang melambangkan filosofi Islam dan kesinambungan tradisi Hindu-Buddha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, di mana data dikumpulkan dari berbagai literatur yang membahas aspek sejarah, simbolisme, dan budaya dalam desain masjid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Agung Demak bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat penyebaran Islam dan interaksi sosial masyarakat. Elemen seperti Pintu Bledeg, kolam wudhu, serta motif ukiran pada mihrab dan mimbar menggambarkan integrasi nilai-nilai Islam dengan kepercayaan lokal. Keberadaan simbol Surya Majapahit menunjukkan kesinambungan antara kerajaan Hindu-Buddha dengan Kesultanan Demak. Dengan demikian, Masjid Agung Demak merupakan bukti nyata adaptasi Islam dengan budaya lokal, menjadikannya sebagai salah satu contoh keberhasilan dakwah Islam yang harmonis di Nusantara.
Fadila Eka GustinaNatasya Alya PutriMuhammad SarjikiSari Febriani
Anita FauziahShofiya Intan CahyaniMiftahul Khairi
Uswatun ChasanahUswatun Chasanah
Marya UlfaSony JunaediMuslimah Muslimah