Muhammad Zaidan RamadhanIntan SianturiDyah RatnaningsihRizqi Aini Rakhman
Angka kecelakaan kerja yang masih tinggi di Indonesia dan aktivitas bongkar di PT Berlian Manyar Sejahtera (BMS) yang cukup padat memiliki resiko kecelakaan kerja tinggi. Maka penulis melakukan analisis pengendalian risiko di PT BMS menggunakan metode kuantitatif dengan analisis HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment & Risk Control). Metode HIRARC guna mengendalikan sebuah risiko dengan cara mengidentifikasi sebuah bahaya dari aktivitas, lalu menilai sebuah risiko tersebut sehingga dapat dilakukan pengendalian. Metode ini penting dalam sistem K3 karena berkaitan dengan pencegahan risiko dan pengendalian bahaya. Peneliti menemukan pada tahapan identifikasi bahaya terdapat 18 sumber bahaya. Pada tahap penilaian risiko, dari 18 sumber bahaya ditemukan 15 sumber bahaya dengan tingkat moderate risk (nilai 5-9) dan 3 sumber bahaya dengan tingkat low risk (nilai 1-4). Pengendalian risiko berdasarkan hirarki pengendalian risiko yaitu dengan cara eliminasi, substitusi, perancangan sistem, administrasi dan penggunaan APD. Hasil identifikasi bahaya menghasilkan 12 jenis pada stevedoring, 4 jenis pada cargodoring serta 2 jenis pada delivery. Hasil penilaian risiko dari 12 jenis risiko yang ada pada aktivitas stevedoring, sebagian besar mendapatkan nilai risiko moderate risk (nilai 5-9). Pengendalian risiko yang dapat dilakukan di PT. BMS mencakup berbagai pendekatan sesuai hierarki pengendalian risiko.
Muhammad Zaidan RamadhanIntan SianturiDyah RatnaningsihRizqi Aini Rakhman
Nur Fahmi DwiyansahTri Ngudi WiyatnoDwi Indra Prasetya
Satya NamanggeCharles S. C. PunuhsingonJohan S. C. Neyland
Gradian Wahyu UtamaPramudya Imawan Santosa