Refamati GuloMalik MalikStenly Reinal Paparang
Diskursus tentang kedaulatan Allah selalu menjadi topik yang mendalam dalam teologi Kristen. Memperlihatkan bahwa kedaulatan Allah menunjukkan otoritas dan kuasa tertinggi atas seluruh ciptaan, termasuk kehidupan manusia. Dalam Kitab Ayub terdapat dua pandangan teologi yaitu pertama, pandangan teologi retribusi yang bersifat ortodoks dimana Tuhan digambarkan sebagai sosok yang bertindak sebagai sebuah relasi yang dilakukan oleh manusia, bahwa penderitaan bisa terjadi karena manusia melawan Allah. Kedua, adalah pandangan teologi teodisi suatu kepercayaan bahwa Allah telah menetapkan segala sesuatu sehingga usaha dan perbuatan manusia tidak membuat perbedaan dan dampak di dalam sejarah kehidupan. Pandangan kontradiktif modern melihat bahwa penderitaan Tuhan ijinkan karena dosa dan perbuatan bukan sebagai kemurnian iman untuk lebih dekat kepada Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teologis yang lebih mendalam mengenai kedaulatan Allah dan hubungannya terhadap penderitaan orang percaya. Sehingga membantu orang percaya menguatkan imannya ditengah-tengah penderitaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis teologis-hermeneutis. Sehingga hasil dari penelitian ini adalah dapat menjadi sumber inspirasi dan pengajaran berharga serta membantu orang percaya memahami dan merespons penderitaan dalam terang kedaulatan. Kedaulatan Allah menegaskan bahwa kedaulatan Allah mencakup kuasa dan otoritas-Nya atas seluruh ciptaan, termasuk dalam penderitaan yang dialami manusia. Ayub adalah contoh konkrit ketabahan dan iman ditengah penderitaan.
Nurlela Syafrian OematanPujiwati PujiwatiJaminter OmpusugguJoshua Christian Wenas
Anon Dwi SaputroPaulus Kunto Baskoro
Yakub Efraim AmazihonoCharisal B.S. Manu