Tasriani TasrianiDhiya Dwi AfifahHafidza Sanshia ArumIskandar RitongaNurhayati Nurhayati
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji prinsip distribusi kekayaan dalam Islam berdasarkan ayat-ayat ekonomi Al-Qur'an dan relevansinya dalam mengatasi ketimpangan ekonomi global. Ketimpangan ekonomi global menjadi tantangan utama sistem ekonomi modern, yang ditandai dengan konsentrasi kekayaan pada kelompok tertentu dan melebarnya kesenjangan sosial. Islam menawarkan solusi melalui mekanisme distribusi kekayaan yang adil dan berkelanjutan sebagaimana diatur dalam Al-Qur'an. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis tafsir tematik terhadap ayat-ayat ekonomi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis konten untuk mengidentifikasi pola distribusi kekayaan dalam Islam serta tantangan implementasinya di era kontemporer. Temuan artikel menunjukkan bahwa zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) berkontribusi signifikan dalam pengentasan kemiskinan dan penciptaan keadilan ekonomi. Zakat berfungsi sebagai instrumen redistribusi pendapatan dengan menyalurkan dana langsung kepada mustahiq, sedangkan wakaf berperan dalam penyediaan layanan sosial berkelanjutan seperti pendidikan dan kesehatan. Namun, implementasi instrumen-instrumen ini masih menghadapi kendala seperti kurangnya transparansi, regulasi yang belum terpadu, serta rendahnya kesadaran masyarakat. Implikasi praktis artikel ini menekankan perlunya reformasi kebijakan zakat dan wakaf agar lebih adaptif terhadap tantangan ekonomi global. Pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi distribusi dana. Selain itu, kolaborasi antara lembaga keuangan Islam dan pemerintah perlu diperkuat untuk mengoptimalkan peran zakat dan wakaf dalam mewujudkan sistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan. This article aims to examine the principles of wealth distribution in Islam based on economic verses in the Qur'an and their relevance in addressing global economic inequality. Global economic inequality remains a major challenge for modern economic systems, characterized by the concentration of wealth among certain groups and widening social disparities. Islam offers a solution through a fair and sustainable wealth distribution mechanism as regulated in the Qur'an. This article employs a qualitative approach, utilizing literature review and thematic exegesis (tafsir) of economic verses in the Qur'an. Data is analyzed using content analysis techniques to identify patterns of wealth distribution in Islam and the challenges of its implementation in the contemporary era. The findings reveal that zakat, infaq, sadaqah, and waqf (ZISWAF) contribute significantly to poverty alleviation and the establishment of economic justice. Zakat functions as an income redistribution instrument by directly channeling funds to eligible recipients (mustahiq), while waqf plays a role in providing sustainable social services such as education and healthcare. However, the implementation of these instruments still faces obstacles, including a lack of transparency, fragmented regulations, and low public awareness. The practical implications of this article emphasize the need for reforms in zakat and waqf policies to make them more adaptive to global economic challenges. The use of digital technology can enhance accountability and fund distribution efficiency. Furthermore, collaboration between Islamic financial institutions and governments should be strengthened to optimize the role of zakat and waqf in creating a more inclusive and equitable economic system.
Syarigawir SyarigawirSrianti PermataSalfianur SalfianurSt. Hadijah Wahid