Sang Ayu Putu Diah UtamiKomang Adi Sastra Wijaya
Elections are a process that is carried out honestly and fairly, but criminal acts such as money politics often occur. The High Prosecutor's Office, especially the intelligence sector, plays an important role in preventing and handling these cases. This research analyzes the intelligence role of the Bali High Prosecutor's Office, the challenges faced, and strategies for preventing election crimes. The method used is qualitative with a case study in Bali. The results show that intelligence plays a role in law enforcement and investigations, in the High Prosecutor's Office there is a special field that handles election crimes, namely the Gakkumdu Center. The involvement of the Prosecutor's Office through the intelligence sector in the Gakkumdu Center is a concrete example of Collaborative Governance practice. The crime that is commonly reported is money politics. There are no challenges in securing election crimes, and prevention strategies are in accordance with the intelligence function. Recommendations include evaluating the implementation of previous elections to improve intelligence performance in the future. Keywords: High Prosecutor's Office Intelligence, Crime, Election. Abstrak Pemilu merupakan proses yang dilaksanakan secara jujur dan adil, namun sering terjadi tindak pidana seperti money politics. Kejaksaan Tinggi, khususnya bidang intelijen, berperan penting dalam mencegah dan menangani kasus tersebut. Penelitian ini menganalisis peran intelijen Kejaksaan Tinggi Bali, tantangan yang dihadapi, dan strategi pencegahan tindak pidana pemilu. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus di Bali. Hasil menunjukkan bahwa intelijen berperan dalam penegakan hukum dan penyidikan, di Kejaksaan Tinggi terdapat bidang khusus yang menangani tindak pidana pemilu yaitu Sentra Gakkumdu. Keterlibatan Kejaksaan melalui bidang intelijen dalam Sentra Gakkumdu menjadi contoh konkret dari praktik Collaborative Governance. Tindak pidana yang umum dilaporkan adalah money politics. Tidak terdapat tantangan dalam pengamanan tindak pidana pemilu, dan strategi pencegahan sesuai dengan fungsi intelijen. Rekomendasi mencakup evaluasi pelaksanaan pemilu sebelumnya untuk meningkatkan kinerja intelijen di masa depan. Kata Kunci: Intelijen Kejaksaan Tinggi, Tindak Pidana, Pemilu.
M. Dedy Iskandar HarahapMuhammad Yamin LubisNelvitia Purba
S. RahmanH.M. Ikhwan RaysRisno Mina
I Made Dwi Narendra DananjayaAnak Agung Sagung Laksmi DewiI Made Minggu Widyantara
Asrul AsrulBaso MadiongMustawa Nur