Cahya FitraMiftah Chairani HairuddinFajar AkbarZrimurti Mappau
Situs Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Sulawesi Barat. Sampah rumah tangga menduduki peringkat teratas sumber sampah dengan angka 40,78% di tahun 2021 (Akbar, 2023). Besarnya timbulan sampah tersebut tidak lepas dari keadaan ekonomi, kesejahteraan, pola konsumsi, pola keamanan dan perilaku masyarakat,atau kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan yang ada di sekitar tempat tinggal. Hal ini berkaitan dengan kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap bagaimana cara mengelola sampah rumah tangga dengan baik dan benar. Mereka tidak mengetahui bahaya apa yang akan terjadi apabila tidak dapat menjaga lingkungan sekitar. (Yuniarti et al., 2020). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan Simple Random Sampling atau mengacak. Populasi kepada rumah tangga yang ada di Desa Orobatu Kecamatan Tapalang daerah pasisir dengan 331 KK, sebnyak 181 sampel. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga masih kurang adalah 55,2%. Sikap masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga masih kurang adaloah 53,6%, dan tindakan masyarakat terkait pengelolaan sampah rumah tangga masih kurang adalah 56,9%. Kesimpulan dari hasil penelitian dapat dilihat dari perilaku masyarakt terhadap pengelolaan sampah rumah tangga masih kurang. Saran dari penelitian adalah memberikan penyuluhan kepada masyarakat khususnya mengenai pengelolaan sampah organic dan sampah anorganik. Pihak Desa bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk mempersiapkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
Ade JuniardiAsrinawaty AsrinawatyM. Bahrul Ilmi
Tiur Romatua SitohangMaria Magdalena Saragi R
Andika Bimantara Putra AbriantoCitra Rahayu Indraswari