Amanda Junita TanjungAbdul Aziz Rusman
Motivasi belajar berperan penting dalam menumbuhkan energi atau semangat untuk belajar, dan ada korelasi yang kuat antara hasil belajar dan motivasi belajar. Motivasi belajar yang rendah, di sisi lain, ditandai dengan kecenderungan siswa untuk tidak terlalu memperhatikan di kelas, membuat keributan, tidak menyelesaikan kegiatan, dan bahkan sering meninggalkan kelas untuk menghindari pembelajaran. Siswa yang kurang mempunyai motivasi belajar memerlukan bantuan untuk meningkatkan motivasinya. Layanan konseling ini diharapkan dapat membantu guru dan siswa dalam menyelesaikan permasalahan motivasi belajar. Siswa membutuhkan layanan konseling kelompok berbasis teknik scaling yang dapat menginspirasi mereka dalam belajar. Jenis penelitian kuantitatif dengan model pra-eksperimen dengan menggunakan desain pretest-posttest one group, desain penelitian eksperimen terdiri dari satu kelompok atau kelas yang menerima perlakuan sebelum dan sesudah treatment. Berdasarkan hasil pretest persentase sebesar 75% menempatkan 6 (enam) siswa pada kategori motivasi belajar rendah, sedangkan persentase sebesar 25% menempatkan 2 (dua) siswa pada kategori sangat rendah. Hasil post-test dari 8 (delapan) siswa, 4 (empat) siswa masuk dalam kelompok tinggi dengan persentase 50%, sedangkan 4 (empat) siswa lainnya masuk dalam golongan sangat tinggi dengan persentase 50%. Perbedaan rata-rata yang signifikan pada hasil Wilcoxon Signed Ranks Test kelompok eksperimen sebelum dan sesudah perlakuan menunjukkan hal ini. Hasil pengujian dengan nilai Sig 2 diikuti sebesar 0,012 (p < 0,05), penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa teknik scaling dan konseling kelompok secara mendasar dapat membangun motivasi belajar siswa.
Marfuatun MarfuatunDewi YuliantiMaulidatul Hasanah
Siska Devi WulansariPurwati PurwatiIndiati Indiati
Andri Sopian SopandiAfiatin NisaSabrina Dachmiati