Gede Nengah Osa JayadiningratLuh Gede PradnyawatiMade Sudarjana
Akne vulgaris adalah peradangan pada folikel pilosebasea yang umumnya terjadi pada remaja maupun dewasa muda. Penyebabnya multifaktorial dan salah satunya, yaitu stres. Stres dapat meningkatkan hormon androgen serta produksi sebum yang meningkat dan juga merangsang keratinosit. Peningkatan produksi sebum yang tinggi disertai peningkatan keratinosit dapat mengakibatkan munculnya akne vulgaris. Tujuan dilakukannya penelitian ini, untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan tingkat keparahan akne vulgaris pada siswa SMA Negeri 5 Denpasar. Penelitian ini menggunakan desain metode analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian dipilih mengunakan teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XII SMA Negeri 5 Denpasar dengan jumlah 212 orang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner DASS-21 dan pemeriksaan fisik pada area wajah. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat memakai uji korelasi spearman. Hasil univariat didapatkan siswa mayoritas berjenis kelamin perempuan (65,1%), umur 18 tahun (53,5%), tingkat stres ringan (63,2%), dan tingkat akne ringan (81,6%). Hasil analisis bivariat didapatkan adanya hubungan antara tingkat stres dengan tingkat keparahan akne vulgaris pada siswa kelas XII SMA Negeri 5 Denpasar (p=0,001), tingkat korelasi kuat dan arah positif (r = 0,571). Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dengan tingkat keparahan akne vulgaris pada siswa kelas XII SMA Negeri 5 Denpasar.
Niluh WijayantiEka Devinta Novi DianaMuhammad Eko Irawanto
Medarissa Azzihra PutriAlidina Nur AfifahPitut Aprilia SavitriFarsida Farsida
Noufry Zaliva HidayatiPuguh Riyanto