Petrus Holy SitepuI Wayan RestuNi Luh Gede Rai Ayu Saraswati
Penelitian ini bertujuan menganalisis karakter morfometrik dan rasio jenis kelamin pada kepiting air tawar (Parathelphusa sp.) di Subak Penarungan, Mengwi, Badung, Bali. Ekosistem subak yang kaya mendukung berbagai organisme, termasuk kepiting air tawar yang dapat merusak pematang sawah dan menurunkan volume air, sehingga mengganggu produktivitas padi. Penelitian dilakukan pada September 2023 dengan purposive sampling di tiga stasiun (Munduk Umeriyon, Munduk Bucutumpal, dan Munduk Kaping), dengan total 150 ekor yang dikumpulkan melalui penangkapan manual. Sampel diawetkan dalam larutan spritus selama 2–3 hari sebelum dilakukan pengukuran morfometrik. Identifikasi jenis kelamin dilakukan dengan mengamati bentuk abdomen; jantan memiliki abdomen ramping berbentuk T terbalik, sedangkan betina memiliki abdomen bulat dan lebar. Hasil penelitian menunjukkan variasi morfometrik signifikan antara jantan dan betina. Di stasiun Munduk Umeriyon, kepiting jantan cenderung memiliki ukuran yang lebih besar pada lebar karapas dan panjang sternum, sedangkan di Munduk Bucutumpal dan Munduk Kaping, kepiting betina umumnya lebih besar pada sebagian besar parameter yang diukur. Analisis rasio jenis kelamin mengungkapkan dominasi betina, dengan total 112 betina dan 38 jantan, serta rasio masing-masing 1:2,84, 1:2,33, dan 1:4 di tiga stasiun tersebut. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk pengelolaan hama pertanian, pengembangan agribisnis, dan konservasi sumber daya perairan secara berkelanjutan.
NYOMAN EDY DARMAYASANyoman PariningWAYAN SUDARTA
Ni Made Mira Purnama DewiI Wayan WirtaPutu Kussa Laksana Utama
Anak Agung Sagung Mirah Indukirana
Ni Putu AnjelinaLilik AntariniNyoman Sumawidayani
Indra JayaHeny PerbowosariI Gede Sedana Suci