Evita Yuliatul WahidahLeny Marlina
Penelitian ini akan menjelaskan tentang persoalan yang tengah dihadapi oleh bangsa ini yaitu minimnya rasa untuk saling menghargai dan sikap terbuka dalam menerima setiap perbedaan baik dalam konteks hubungan sosial, hak asasi manusia maupun kehidupan beragama. Pentingnya menginternalisasi nilai-nilai multikultural agar tercipta generasi yang inklusif dan menghargai keragaman sehingga sekolah dapat memberikan pembelajaran yang berorientasi pada kesadaran peserta didik akan pentingnya memiliki sikap toleransi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara umum tentang pengembangan internalisasi nilai-nilai multikultural, strategi serta faktor pendukung dan penghambatnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam ( Studi di SD Daya Susila Garut) . Penelitan ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode penelitian deskriptif analitis. Pengumpulan data yang peneliti lakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan menggunakan teori Miles dan Hubberman yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, nilai-nilai multikultural yang diinternalisasi meliputi 1) sikap saling menghargai, 2) sikap toleransi, dan 3) sikap solidaritas yang ditunjukkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari. Strategi yang dilakukan adalah dengan menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif, menghargai pluralisme agama, mempromosikan nilai-nilai sosial dan etika yang baik, serta memberikan contoh positif kepada siswa melalui tindakan nyata. Faktor pendukung dan penghambat mencakup dukungan institusi pendidikan, keberagaman di lingkungan sekolah, faktor internal guru dan siswa, serta materi pembelajaran PAI. Kata Kunci : internalisasi nilai, multikultural, mata pelajaran PAI
Mudrikah MudrikahPujianto PujiantoUswatun Khasanah