Muhammad Rendy RiansyahMochamad Sidqon
BMS adalah industri yang bergerak di makanan dimana banyak proses transaksi dan penyimpanan barang di gudang yang masih dilakukan secara manual. proses pelaksanaan masih menggunakan cara manual yakni proses Stok Barang di Gudang. Belum adanya sistem khusus untuk inventory yang digunakan sehingga semua transaksi pemasukan barang dan pengeluaran barang masih digunakan secara manual dan tidak adanya persediaan minimum untuk setiap barang dan tidak ada metode yang digunakan untuk mengendalikan persediaan barang yang tepat. namun selalu mengacu pada kebutuhan produksi. membeli barang apa dan berapa jumlah barang yang dibutuhkan. Melihat permasalahan yang ada Penyelesaian untuk menyelesaikan masalah ini adalah membangun sistem persediaan barang yang dapat menentukan minimum persediaan barang dan dapat melakukan pencatatan transaksi inventori dengan menerapkan metode minimum maksimum. Hasil dari Penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi untuk persediaan barang di gudang dengan menggunakan metode minimum maksimum sebagai titik persediaan bahan baku. hal ini digunakan agar perusahaan dapat angka yang pasti mengenai stock persediaan sehingga tidak terjadi kekurangan stock maupun stock yang berlebihan.
Saryani SaryaniFabio JuniorSepta Petriyansyah
Subhan SubhanRika SyahadatinaUstman Ustman
Cahyo Fajar WibowoPutri Aisyiyah Rakhma Devi