Sofi TsaqifahHeni PurwatiLukman HarunLis Purwantini
Perubahan kurikulum, pada kurikulum merdeka memuat hal baru yaitu asesmen yang terdiri dari dua asesmen. Asesmen tersebut yaitu asesmen formatif dan asesmen sumatif. Asesmen formatif memiliki dua fungsi sesuai dengan pelaksanaannya. Pelaksanaan asesmen di awal pembelajaran dinamakan asesmen diagnostik yang berfungsi mengetahui kemampuan awal peserta didik, sedangkan yang dilakukan pada proses pembelajaran berfungsi sebagai umpan balik. Hasil asesmen awal peserta didik kelas VIII SMP Negeri 37 Semarang menunjukkan subjek 1 mampu mengetahui persamaan linear satu variabel, namun belum mampu menentukan model matematika dan belum mampu menentukan persamaan linear dua variabel. Subjek 2 mampu menentukan contoh persamaan linear satu variabel dan persamaan linear dua variabel, serta mampu menentukan pemisalan tetapi belum mampu membuat model matematika. Subjek 3 mampu menentukan contoh persamaan linear satu variabel dan persamaan linear dua variabel, serta mampu menentukan pemisalan namun belum tepat dalam menerapkan operasi pemisalannya. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 37 Semarang dengan pemilihan subjek menggunakan purposive sampling diperoleh tiga subjek. Hasil penelitian menunjukkan peserta didik mampu menyelesaikan tiga indikator soal dari empat indikator soal yang diujikan. Indikator soal yang belum dikuasai peserta didik adalah “peserta didik mampu membuat suatu masalah menggunakan harga barang yang telah diperoleh dengan jumlah item pembelian yang ditentukan sendiri”.
Amirul HudaFX Didik PurwosetiyonoPurwanto PurwantoNoviana Dini Rahmawati
Arialis SenitaMaimunah MaimunahYenita Roza
Eiftien Yuliar RasyidinSjaifuddin SjaifuddinLiska Berlian