Peppy AngrainiElza RamonaAl Amin
Perempuan pedesaan di aliran sungai Batanghari mengalami perubahan dan kehilangan mata pencaharian akibat alih fungsi lahan perkebunan. Perempuan awalnya bekerja di kebun karet dan sawah harus berhenti bekerja sama sekali, atau bekerja di perusahaan perkebunan sebagai pekerja harian lepas. Alih fungsi lahan ini tidak hanya merubah pola mata pencaharian, tetapi juga merubah tata kehidupan perempuan. Beberapa perempuan bahkan mendorong suami dan anak laki-laki mereka menambang emas di sungai untuk memenuhi kelangsungan hidup keluarga. penelitian ini dilakukan di dua desa; Teluk Kuali dan Melako Intan yang berseberangan dan dipisahkan oleh sungai Batanghari. Penelitan ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan apakah perempuan di dua desa tersebut mempunyai pengetahuan terkait krisis iklim, dan bagaimana perempuan desa merespon krisis iklim yang sedang berlangsung. Dalam mengumpulkan data penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan pengamatan secara langsung. Ekofeminisme digunakan untuk menganalisis penelitian ini. Kata kunci: perempuan pedesaan, alih fungsi lahan, perubahan mata pencaharian, perubahan iklim
Titiek Kartika HendrastitiRahmanta Setiahadi
Rr. Yudiswara Ayu PermatasariGede Agus Siswadi
Husna Amalina SholihahAtikah Nur Aini YumnaSubi Nur Isnaini
Ashari IsmailFirman UmarBakhtiar Bakhtiar