Melvin Gerian SutantoLauw Aaron Christoperus PrayogoSoetam Rizky Wicaksono
Penelitian ini membahas transformasi digital yang dilakukan Kellanova (sebelumnya Kellogg) dalam upaya meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing di tengah tantangan industri modern. Melalui pendahuluan, dijelaskan bagaimana perubahan preferensi konsumen dan tuntutan pasar mendorong perusahaan mengadopsi teknologi canggih seperti AVEVA PI System, Artificial Intelligence (AI), Machine Learning (ML), dan digital twins. Metode implementasi mencakup digitalisasi lini produksi, manajemen rantai pasok berbasis data, serta penggunaan generative AI untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih personal. Pembahasan menunjukkan keberhasilan Kellanova dalam mengurangi tingkat kegagalan produk hingga 73%, meningkatkan keandalan peralatan sebesar 180%, dan meminimalisir pemborosan energi melalui pemantauan real-time. Namun, tantangan finansial tetap terlihat, dengan penurunan pendapatan dari $15,31 miliar pada 2022 menjadi $11,03 miliar pada 2023. Hal ini menegaskan bahwa transformasi digital tidak selalu berbanding lurus dengan kinerja keuangan tanpa strategi yang terintegrasi. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi digital menjadi langkah krusial untuk inovasi dan efisiensi, meskipun perlu diimbangi dengan pendekatan bisnis yang berkelanjutan untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang di tengah pasar yang dinamis. Studi ini diharapkan menjadi referensi bagi perusahaan lain yang ingin melakukan transformasi serupa dalam menghadapi tantangan global.
ArdiyansyahNurfia Oktaviani SyamsiahWindi IrmayaniMuhammad Nandi BuchariMuhammad AlghifaryAldiansyahMutia RahayuTiara Maulida
Taufik Rahman, Arga Putra Rafi, Bakhtiar Rifai
Taufik Rahman, Arga Putra Rafi, Bakhtiar Rifai
Muhammad AminHainur RasyidNurhasanah NurhasanahDzikri Mahardika