Eni SismawatiYovitha JuliejantiningsihI Made Sudana
Mutu merupakan sesuatu yang dianggap salah satu bagian penting, karena mutu pada dasarnya menunjukkan keunggulan suatu produk jika dibandingkan dengan produk lainnya. Begitu juga mutu sekolah merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh pihak-pihak terkait demi keberhasilan Pendidikan di Negara Indonesia. Mutu sekolah yang baik diharapkan akan mencetak generasi penerus yang cerdas dan berkarakter. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengukur besarnya pengaruh iklim organisasi sekolah terhadap mutu sekolah (2) mengukur besarnya pengaruh kompetensi guru terhadap mutu sekolah (3) mengukur besarnya pengaruh motivasi kerja terhadap mutu sekolah (4) mengukur besarnya pengaruh iklim organisasi sekolah, kompetensi guru dan motivasi kerja secara bersamaan terhadap mutu sekolah. Populasi berjumlah 6 sekolah dengan jumlah guru 158 orang dan jumlah sampel 110 orang. Yang ditetapkan dengan Proportionate Random Sampling, pengumpulan data dengan kuesioner. Analisis data dengan analisis deskriptif, uji prasyarat, uji koefisien, korelasi, determinasi analisis regresi tunggal dan analisis regresi ganda yang dihitung menggunakan program SPSS for Windows Release 16. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa iklim organisasi sekolah termasuk kategori cukup baik, kompetensi guru termasuk kategori baik; motivasi kerja termasuk kategori cukup baik. Dari uji hipotesis ditemukan terdapat pengaruh positif iklim organisasi sekolah terhadap mutu sekolah sebesar 4,2%. Terdapat pengaruh positif kompetensi guru terhadap mutu sekolah sebesar 12,9%; Terdapat pengaruh positif motivasi kerja terhadap mutu sekolah sebesar 20%. Terdapat pengaruh positif iklim organisasi sekolah, kompetensi guru dan motivasi kerja terhadap mutu sekolah sebesar 23,9%. Berdasarkan hasil penelitian direkomendasikan (1) Dinas Pendidikan untuk memberikan pengarahan kepada kepala sekolah berkaitan dengan tugasnya sebagai pimpinan. Guru dan kepala sekolah harus melakukan upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut. (2) Kepala sekolah memberikan kesempatan kepada guru untuk mengikuti pelatihan, seminar, workshop berkaitan dengan kompetensi guru terutama kompetensi sosial. (3) Guru harus berperan aktif menciptakan kedisiplinan dan suasana kerja yang menyenangkan sebagai iklim organisasi sekolah yang positif.
Ageng Satria PamungkasJatun JatunSariah Sariah
Siti FatimahNurkolis NurkolisNgasbun Egar
Dwiky Arya ChandraSutarmin Sutarmin
Siti RovianaTitik HaryatiYovitha Yuliejantiningsih
Elok Faiqoh Ragil Mekar SariRasiman RasimanEndang Wuryandini