Ida Ayu RatihRelin D.EI Nyoman Ananda
Sebelum adanya pandemi Covid-19, penyuluh Agama Hindu melakukan pembinaan secara langsung dengan tatap muka terhadap masyarakat. Akan tetapi setelah pandemi Covid-19, pembinaan umat menjadi terganggu karena adanya peraturan dari pemerintah yang melarang berkumpul dengan jumlah orang yang banyak. Di tengah perubahan media komunikasi pada era kebiasaan baru ini, tentu saja terdapat kesulitan dalam penerapan penyuluhan melalui video. Apakah terdapat perbedaan yang siginfikan dalam peningkatan Sraddha dan Bhakti umat Hindu apabila bimbingan dan penyuluhan (Binluh) dilakukan melalui video yang dibagikan melalui media sosial. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengkaji lebih lanjut fenomena tersebut sehingga menuangkannya dalam karya ilmiah yang berjudul “Strategi Komunikasi Binluh Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kota Denpasar dalam Meningkatan Sraddha dan Bhakti Masyarakat Hindu di Kota Denpasar”. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Foucault, teori interaksi simbolis, dan teori komunikasi persuasif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian positivisme. Lokasi pada penelitian ini yaitu di Kementrian Agama Kota Denpasar. Jenis dan sumber data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Teknik penentuan informan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan studi dokumen. Adapun temuan hasil penelitian adalah: (1) Sistem Binluh yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kota Denpasar meliputi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi; (2) Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kota Denpasar melalui proses komunikasi secara verbal dan nonverbal.
Ni Putu Trisna DamayantiI Ketut Wardana YasaI Nyoman Surpa Adisastra
Guseka Arya CyutaI Dewa Ayu Hendrawathy PutriIda Ayu Tary Puspa
Ida Bagus Canirartha SatwikaI Dewa Ayu Hendrawathy PutriDewa Ketut Wisnawa