Nabillah MaharaniDeden HaerudinIda Bagus Ketut Sudiasa
Estetika tari Sipatmo terdapat pada isi, makna gerak dan perubahan fungsi tari yang dulunya merupakan tari sebagai penyambutan upacara berubah menjadi sebuah tari pergaulan. Penelitian ini difokuskan pada: Bagaimana Estetika Tari Sipatmo dijadikan Modul Ajar Pelajar Pencasila pada Pembelajaran Seni Tari. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu teori estetika dan teori bahan ajar yang dianggap relevan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif. Strategi pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, studi pustaka yang kemudian di olah sesuai dengan tujuan penelitian. Estetika makna gerak tari yang disebut dengan “9” lawang pintu dengan unsur pendukung seperti tata rias, tata busana, iringan, tempat pentas. Perubahan fungsi dan makna tari sipatmo dijadikan sebuah modul ajar proyek penguatan pelajar pancasila pada kurikulum merdeka untuk memenuhi kearifan lokal pada budaya Betawi. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan terhadap Estetika Tari Sipatmo memiliki suatu nilai moral dan sosial untuk dilestarikan dan dikembangkan dengan cara menjadikannya sebuah modul ajar.
Amelia Dwi AstutiNurun Ni'mahDedy Setyawan
Rannia OctaviniaHeni Komalasari
Eka Putri NingsihIka FitriyatiMuhammad Agung Rokhimawan
Gano Perhatikan ZebuaBerkat Persada LaseAdrianus BawamenewiAnugerah Tatema Harefa
Endang Ayu KumalasariSekar Dwi ArdiantiWawan Shokib Rondli