Wawan SetiawanRizky AmaliaEful Saefullah Nurul Fahmi
Akhlak merupakan cerminan sikap dalam diri seseorang yang berpengaruh penting pada berbagai aspek kehidupan. Inilah yang menjadikan alasan mengapa penanaman akhlak mulia harus dilakukan sejak dini. Parenting prophetic dianggap sebagai metode yang tepat bagi para ibu di majelis taklim Al-Ihsan yang berperan sebagai madrasatul ula, untuk menanamkan akhlak mulia kepada anaknya sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses penerapan prophetic parenting untuk membangun akhlak mulia di majelis taklim Al-Ihsan. Metode penelitian ini menggunaan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan menggunakan paradigma persuasif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode parenting komunikasi profetik yang dilakukan oleh para ibu di majelis taklim Al-Ihsan yaitu menerapkan pada hal-hal sederhana baik secara verbal maupun secara nonverbal, yaitu aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh anak seperti memberi petunjuk, memberi contoh yang baik, memberi makan, memberi pakaian, dan lain-lain, yang tentunya didasarkan pada akhlak atau perilaku nabi Muhammad SAW. Orang tua menjadi contoh yang baik terhadap anak-anaknya, maka dalam memberikan petunjuk kebaikan apa pun patut memberikan contoh atau suri tauladan yang baik. Salah satu pemberian petunjuk yang baik yang dilakukan oleh para ibu di majelis taklim Al-Ihsan adalah dengan menanamkan sifat jujur. Selanjutnya, dalam mengomunikasikan serta pengarahan yang baik, para ibu di majelis taklim Al-Ihsan memilih waktu yang tepat untuk memberikan pengarahan tersebut. Pemilihan waktu yang tepat juga merupakan salah satu hal yang harus dipertimbangkan karena hal itu memberikan pengaruh dalam penerimaan anak pada saat diberikan petunjuk atau pengarahan.
Afri NaldiRakha Aditya PutraWildan SatioGusmaneli Gusmaneli
Andi NurlaelaNaan Muhammad NaimRisyam Amaludin Syehab