JOURNAL ARTICLE

Arahan Zonasi Kawasan Cagar Budaya Nagari Pariangan sebagai Kawasan Ancient Minangkabau Tourism

Aurora Yulia CorinaAstri Mutia EkasariIra Safitri Darwin

Year: 2024 Journal:   Bandung Conference Series Urban & Regional Planning Vol: 4 (3)Pages: 1075-1083

Abstract

Abstract. Pariangan Village is the oldest nagari in West Sumatra, the place of origin of the ancestors of the Minangkabau people. This Nagari has many cultural and cultural heritage buildings which are still held firmly by the community, so that in 2012 it was designated as one of the most beautiful villages in the world according to Budget Travel and in 2019 it was designated as Ancient Minangkabau Tourism. To protect cultural heritage buildings in this village from being damaged and to maintain their cultural values, it is necessary to carry out zoning activities for cultural heritage buildings. Therefore, this research was conducted to develop zoning directions for the Nagari Pariangan cultural heritage area as an Ancient Minangkabau Tourism area. This research uses an empirical qualitative approach method with descriptive analysis which refers to standard guidelines contained in primary and secondary data collection methods. The results of this research are that there are 4 zones, including the core zone with an area of ​​2.24 Ha, the buffer zone with an area of ​​6.43 Ha, the development zone with an area of ​​7.25 Ha and the supporting zone with an area of ​​25.14 Ha. Abstrak. Nagari Pariangan merupakan nagari tertua di Sumatera Barat, tempat asal usul nenek moyang masyarakat Minangkabau. Nagari ini memiliki banyak bangunan cagar budaya dan budaya yang masih dipegang teguh oleh masyarakat, sehingga pada tahun 2012 ditetapkan sebagai salah satu desa terindah di dunia versi Travel Budget dan pada tahun 2019 ditetapkan sebagai Ancient Minangkabau Tourism. Untuk melindungi bangunan cagar budaya di nagari ini agar tidak rusak dan mempertahankan nilai-nilai budayanya agar tetap terjaga, maka perlu dilakukan kegiatan zonasi bangunan cagar budaya. Maka dari itu diadakannya penelitian ini untuk menyusun arahan zonasi kawasan cagar budaya Nagari Pariangan sebagai kawasan Ancient Minangkabau Tourism. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif empiris dengan analisis deskriptif yang mengacu pada standar pedoman yang terdapat dari metode pengumpulan data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat 4 zona, meliputi zona inti dengan luas 2,24 Ha, zona penyangga dengan luas 6,43 Ha, zona pengembang dengan luas 7,25 ha dan zona penunjang dengan luas 25,14 Ha.

Keywords:
Humanities Geography Art

Metrics

0
Cited By
0.00
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
0
Refs
0.28
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Topics

Community-based Tourism Development and Sustainability
Social Sciences →  Social Sciences →  Sociology and Political Science
Coastal Management and Development
Physical Sciences →  Environmental Science →  Management, Monitoring, Policy and Law

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

Arahan Pengembangan Kawasan Cagar Budaya Singosari Malang Sebagai Heritage Tourism

Lilik KrisnawatiRimadewi Suprihardjo

Journal:   Journal of ITS Engineering (Institut Teknologi Depuluh Nopember) Year: 2014 Vol: 3 (2)
JOURNAL ARTICLE

Potensi dan Zonasi Kawasan Cagar Budaya Di Kabupaten Sumenep

Linda Dwi RohmadianiMu’tashim Billah

Journal:   Jurnal Plano Buana Year: 2021 Vol: 2 (1)Pages: 48-56
JOURNAL ARTICLE

NILAI PENTING KAWASAN CANDI BARU SEMARANG SEBAGAI KAWASAN CAGAR BUDAYA

Journal:   Jurnal Vokasi Indonesia Year: 2023 Vol: 11 (1)
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.