Dinda Almunawaroh BangunAnang Anas Azhar
Isu-isu Gender yang ada saat ini belum menunjukkan adanya kesetaraan. Ketimpangan antara Perempuan dan laki-laki hampir terjadi di segala bidang misalnya pendidikan,politik bahkan keluarga. Film merupakan representasi dari bentuk kehidupan keseharian manusia, baik yang diangkat dari kisah nyata maupun fiksi ilmiah dari penulis atau sutradara. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif dengan cara mengidentifikasi dan menafsirkan mitos, denotasi, dan indikator ketidaksetaraan Gender dalam film. Peneliti menemukan tiga adegan dalam film "Ngeri-Ngeri Sedap" yang menggambarkan bias Gender. Adegan-adegan ini dianalisis menggunakan semiotika Roland Barthes untuk mengungkap denotasi, konotasi, dan mitos, yang bertujuan untuk menganalisis bias Gender dalam film karya Bene Dion Raja Gukguk. Film ini menyoroti dominasi laki-laki di dalam dan di luar keluarga, menunjukkan bagaimana laki-laki membuat keputusan tanpa mempertimbangkan kesejahteraan keluarga mereka. Secara keseluruhan, penelitian ini mengungkapkan bias Gender yang mengakar yang digambarkan dalam film.
Christoper Arung GintingNadra IdeyaniWatcharanan Muenanan
Dita Zuaimatul AmaniyahSiti Rumilah
Salsa Bila Nopriyanti DaulayYusniati ZaiPasya AmeliaRivani Afri YuliEmasta Evayanti SimanjuntakFrinawaty Lestarina Barus
Resmi ResmiFheti Wulandari Lubis