JOURNAL ARTICLE

PERTANGGUNGJAWABAN PERDATA AHLI WARIS PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI YANG SUDAH MENINGGAL

Abstract

<p align="center"><strong>Abstract</strong></p><p><em>This </em><em>articles</em><em> aims to</em><em> analyze</em> <em>the construction of the legal relationship between</em><em> testator, heirs, and the state </em><em>as well as to study and analyze the form of accountability for state losses that have been caused by criminal offenders who have died in court proceedings.</em><em> </em><em>The research method is using normative legal research with statute approach</em><em>, case approach,</em><em> and conseptual approach</em><em>. </em><em>The legal materials used are primary and secondary legal materials, with data collection techniques used are document study technique or library study technique. Based on the result of the research, it can be concluded that</em><em> </em><em>there is a relationship between the heir and the state resulting from the act of the </em><em>testator</em><em> who commits corruption and the obligation to pay the loss still exists even though in the Criminal Code the criminal obligation has been terminated because the perpetrator died</em><em>, the heirs </em><em>of the perpetrators of a criminal act of corruption are obliged to be responsible if the person concerned receives the inheritance and the inheritance has been proven to contain losses to state finances.</em><em></em></p><p><em>Keywords: Heirs; Inheritance; Responsibilities; State Finance Loss</em></p><p align="center"><strong>Abstrak</strong></p><p>Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi hubungan hukum antara pewaris, ahli waris, dan negara serta mengkaji dan menganalisis bentuk pertanggungjawaban dari kerugian negara yang telah diakibatkan oleh pelaku tindak pidana yang sudah meninggal di dalam proses pengadilan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang - undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi dokumen atau studi kepustakaan. Berdasarkan hasil pembahasan dapat diketahui bahwa adanya konstruksi hubungan antara ahli waris dengan negara yang ditimbulkan dari perbuatan pewaris yang melakukan korupsi dan kewajiban untuk membayar kerugiannya tetap masih ada walaupun di dalam KUHP kewajiban pidananya telah gugur dikarenakan pelakunya meninggal dunia, Ahli waris dari pelaku tindak pidana korupsi wajib bertanggungjawab apabila yang bersangkutan menerima harta warisan tersebut dan harta warisan tersebut telah secara nyata terbukti mengandung kerugian keuangan negara.</p><p>Kata Kunci: Ahli Waris; Kerugian Keuangan Negara; Tanggung Jawab; Waris</p>

Keywords:
Philosophy Humanities

Metrics

1
Cited By
6.61
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
0
Refs
0.93
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Citation History

Topics

Legal Studies and Policies
Social Sciences →  Social Sciences →  Law
Islamic Finance and Banking Studies
Social Sciences →  Business, Management and Accounting →  Accounting
Islamic Finance and Communication
Social Sciences →  Social Sciences →  Sociology and Political Science

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Tindak Pidana Korupsi yang Meninggal Dunia

Shalahudin Serba BagusAhmad Rais Rozan Mubarak

Journal:   Madani Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan Year: 2023 Vol: 15 (03)Pages: 499-507
JOURNAL ARTICLE

Problematika Gugatan Perdata Terhadap Ahli Waris Pelaku Tindak Pidana Korupsi

Zulkifli ARMaria RosalinaAhmed Jehan

Journal:   Jurnal Hukum Kaidah Media Komunikasi dan Informasi Hukum dan Masyarakat Year: 2023 Vol: 22 (2)Pages: 316-326
JOURNAL ARTICLE

PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA SUAP DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI

Hidayat Hidayat

Journal:   EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Sosial Year: 2017 Vol: 3 (2)
JOURNAL ARTICLE

PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI SECARA CONCURSUS

AnnisaAli Johardi Wirogioto

Journal:   Jurnal Kajian Ilmu Kepolisian dan Anti Korupsi Year: 2024 Vol: 1 (2)Pages: 111-120
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.