Perkembangan kajian al-Qur`an di Indonesia khususnya di era tahun 90-an mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal itu ditandai oleh munculnya beragam tawaran metodologis dari kalangan yang bukan hanya berspesialisasi sebagai mufassir, tetapi juga dari kalangan sarjana non-tafsir. Dawam Rahardjo dengan gagasan baru yang disebutnya sebagai “tafsir tematik sosial” (al-Mauḍū’īyyah al-Ijtimā’iyyah) adalah satu di antara sarjana non-tafsir yang ikut mewarnai dialektika penafsiran al-Qur`an. Tawaran metodologi tematik berbasis analysis of key terms-nya menjadi objek diskursus yang terus diperdebatkan hingga sekarang. Penelitian dalam artikel ini merupakan salah satu kajian kritis yang mencoba mengisi diskursus tersebut. Secara metodologis, penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dioperasionalkan dalam dua pendekatan: Pertama, pendekatan historis (kesejarahan) yang digunakan untuk menganalisis orisinalitas perkembangan (development) pemikiran tafsir Dawam Rahardjo. Kedua, melalui pendekatan kritis dari perspektif ‘ulūm al-Qur’ān, penulis melakukan rethinking dan pembacaan kritis terhadap metodologi penafsiran Dawam Rahadjo, baik dari segi kebaruan, keunggulan maupun kelemahannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, tawaran metodologi tafsir tematik Dawam Rahardjo tidak memiliki perbedaan yang mendasar dengan metode tematik pada umumnya, meskipun beberapa aspek seperti “tafsir historis” dan “tafsir paradigmatis” menjadi kekhasan tersendiri. Akan tetapi, Dawam memiliki beberapa kelemahan. Dari sisi etika tafsir, dia cenderung apatis terhadap “persyaratan formal” yang disepakati mayoritas ulama, sehingga kerapkali mengabaikan prinsip-prinsip dasar di dalam penafsiran. Sementara dari sisi metodologis, gagasannya masih bersifat wacana yang diskursif, belum matang, sehingga tidak jarang ketika menafsirkan, gagasan-gagasannya tidak sejalan dengan toeri yang dikembangkannya, bahkan beberapa aspek pandangannya terkesan distorsif terutama uraiannya tentang genealogi tafsir tematik (mauḍū’ī).
Arjuna ArjunaHalimatussa’diyah Halimatussa’diyahDeddy Ilyas
Moch. Sya'ban Abdul RozakDeni AlbarBadruzzaman M. Yunus