Hendra Yulia RahmanAhmad ZahroIskandar RitongaM. Thohar Al Abza
Artikel ini mengeksplorasi konsep kemandirian ekonomi dengan memanfaatkan pendekatan Tasawuf, khususnya melalui filosofi Sirih dalam Jamaah Tarekat Shiddiqiyah. Konsep kemandirian ekonomi menjadi semakin penting dalam konteks pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Penelitian ini kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Dalam penelusuran literatur primer dan sekunder, kami menyoroti nilai-nilai spiritual dan praktik ekonomi yang diterapkan dalam Jamaah Tarekat Shiddiqiyah, sebuah tarekat sufi yang menekankan kemandirian ekonomi terhadap jamaahnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi Sirih dalam Jamaah Tarekat Shiddiqiyah menjadi landasan penting dalam membangun kemandirian ekonomi. Praktik-praktik ekonomi seperti pertanian, perkebunan, kerajinan lokal, perhotelan, industri air mineral dan pabrik rokok menjadi bagian integral dari upaya mereka untuk mencapai kemandirian ekonomi. Dalam konteks ini, nilai-nilai spiritual seperti kesederhanaan, keadilan, dan ketekunan menjadi kunci dalam mengembangkan sistem ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman tentang hubungan antara spiritualitas dan ekonomi, serta menawarkan perspektif baru dalam memahami kemandirian ekonomi. Implikasi praktis dan arah penelitian masa depan juga dibahas untuk meningkatkan pemahaman tentang konsep kemandirian ekonomi dalam konteks Tasawuf, khususnya dalam Jamaah Tarekat Shiddiqiyah.
Mohd. Idris DalimuntheAlistraja Dison SilalahiHendra HarmainNurlaila NurlailaRamzijah RamzijahDenny Akbar Tanjung