JOURNAL ARTICLE

Representasi maskulinitas laki-laki dalam cerita rakyat nusantara

Sugiarti SugiartiEggy Fajar AndalasAditya Dwi Putra Bhakti

Year: 2022 Journal:   KEMBARA Journal of Scientific Language Literature and Teaching Vol: 8 (1)Pages: 181-196   Publisher: Muhammadiyah University of Malang

Abstract

Nusantara memiliki ratusan cerita rakyat yang tersebar dalam beragam etnis. Berbagai cerita rakyat tersebut diwariskan antargenerasi sebagai bentuk kekayaan budaya masyarakat. Meskipun begitu, cerita rakyat sebagai hasil konstruksi manusia mengandung nilai-nilai dan pandangan dunia yang dianggap ideal oleh masyarakat pemilik cerita. Hal ini salah satunya berkaitan dengan konstruksi maskulinitas. Penelitian ini berupaya mengetahui bagaimana representasi maskulinitas dalam Cerita Rakyat Nusantara. Penelitian ini bersifat tekstual dengan metode close reading. Teori yang digunakan untuk membentuk interpretasi adalah teori representasi Stuart Hall. Penelitian ini juga menggunakan konsep tujuh area maskulinitas milik Janet Saltzman Chafetz. Objek dari penelitian ini adalah 233 tokoh laki-laki dari 33 cerita rakyat yang dipilih secara purposive pada website ceritarakyatnusantara.com. Teknik Analisis data yang digunakan merupakan model analisis Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tujuh area maskulinitas Janet Saltzman Chafetz terepresentasikan di dalam Cerita Rakyat Nusantara. Maskulinitas di dalam Cerita Rakyat Nusantara direpresentasikan memiliki fisik yang kuat, gagah, dan tampan. Berkaitan dengan konsep maskulinitas fungsional, mayoritas direpresentasikan memiliki fungsional yang positif seperti penolong, bertanggung jawab, dan berperan sebagai tulang punggung keluarga. Konsep maskulinitas pada tokoh laki-laki berkaitan dengan agresi seksual secara jumlah direpresentasikan secara berimbang. Konsep maskulinitas emosi mayoritas merepresentasikan tokoh laki-laki sebagai tokoh yang pemarah. Konsep maskulinitas intelektual, mayoritas tokoh laki-laki direpresentasikan sebagai suatu hal yang positif seperti cerdik, cerdas, dan sakti. Tiga representasi maskulinitas interpersonal yang paling menonjol adalah bijaksana, baik hati, dan rendah hati. Terakhir, pada konsep maskulinitas karakter personal lainnya tergambarkan secara berimbang dari segi sifat positif dan negatifnya.

Keywords:
Art Humanities

Metrics

18
Cited By
7.13
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
35
Refs
0.96
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Citation History

Topics

Gender Studies in Language
Social Sciences →  Social Sciences →  Gender Studies
Media, Gender, and Advertising
Social Sciences →  Social Sciences →  Gender Studies
Gender Roles and Identity Studies
Social Sciences →  Social Sciences →  Gender Studies

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

Dekonstruksi Tokoh Laki-Laki dalam Cerita Rakyat Ande-Ande Lumut

Siti AnafiahSuminto A. SayutiWiyatmi Wiyatmi

Journal:   Cakrawala Indonesia Year: 2024 Vol: 9 (1)Pages: 111-119
JOURNAL ARTICLE

Maskulinitas Dalam Akun Instagram Influencer Laki-Laki

Maribeth Maribeth

Journal:   JURNAL ILMU KOMUNIKASI Year: 2019 Vol: 2 (1)
JOURNAL ARTICLE

REPRESENTASI MASKULINITAS MODERN LAKI-LAKI JEPANG DALAM FILM PERFECT WORLD BERDASARKAN SEMIOTIKA BARTHES

Fajria Noviana

Journal:   LITE Jurnal Bahasa Sastra dan Budaya Year: 2021 Vol: 16 (2)Pages: 250-266
JOURNAL ARTICLE

Representasi Laki-Laki dan Perempuan dalam Iklan Tehicha

Wiwid AdiyantoAmi Saptiyono

Journal:   Avant Garde Year: 2022 Vol: 10 (1)Pages: 82-82
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.