Winda Diktriadesta DamaiatiReni NuryaniSri Wulan Lindasari
Perceraian merupakan peristiwa hidup yang memicu perubahan psikologis pada penerimaan diri seseorang yang mengalaminya, terutama pada wanita. Dampak buruk tersebut dapat mempengaruhi dalam segala aspek kehidupan dan dapat mengganggu identitas dirinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penerimaan diri dengan identitas diri pada wanita yang mengalami perceraian. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan desain korelasional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling berjumlah 55 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner Self-Acceptance Scale dan kuisioner identitas diri. Metode analisis data yang digunakan adalah uji statistik korelasi spearman’s rho dengan menggunakan software JASP. Hasil penelitian diperoleh data nilai r = 0,728 dengan p-value = 0,001, karena nilai signifikan 0,001 < 0,05 maka menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan dengan arah positif antara penerimaan diri dengan identitas diri. Oleh karena itu, pentingnya memberikan dukungan psikologis dan sosial yang ditunjukkan untuk meningkatkan penerimaan diri dapat berdampak positif pada pembentukan kembali identitas diri wanita yang mengalami perceraian.
Aninditya RadiniMarselius Sampe Tondok
Muh MustagfirinRuseno Arjanggi
Michiko MamesahDona Dyah Kusumawardhani
Priskila Rossi AndrianaHeru Astikasari Setya Murti