Syifa Nur AyuniDewi DolifahDelli Yuliana Rahmat
Populasi dunia saat ini berada pada era penduduk menua dimana lansia memberikan kontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan populasi secara global. Lanjut usia merupakan fase akhir perjalanan hidup manusia dimana telah terjadi berbagai perubahan termasuk fisik, psikososial dan fungsi kognitif. Aktivitas fisik dinilai dapat menghambat penurunan fungsi kognitif karena merangsang produksi Brain-derived neurotropic factor (BDNF). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan fungsi kognitif lansia wanita di Posbindu Melati II. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasi dan pendekatan cross-sectional dengan sampel 32 orang. Data diambil menggunakan instrument Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan Mini Mental State Examination (MMSE). Hasil penelitian dengan menggunakan uji statistik rank spearman menunjukkan (p: <.001 lebih kecil dari standar 0.05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan fungsi kognitif. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengan fungsi kognitif di Posbindu Melati II. Oleh sebab itu, lansia dianjurkan beraktivitas fisik secara rutin.
Chairina Azkya NoorLie Tanu Merijanti
Zakirullah ZakirullahZuliani ZulianiAlfian Helmi
Marscylia GuloSondang Ratnauli Sianturi
Oktafina Safita NisaArief Wahyudi Jatmiko