Dwi CantikaAhmaddin Ahmad ToharZuriatul Khairi
Artikel ini menjelaskan konsep peningkatan harga diri sebagai sarana untuk memperkuat pendidikan karakter di kalangan remaja. Fenomena kontemporer seperti bunuh diri, tantangan sosialisasi, perasaan tidak aman, gangguan bipolar, terlalu banyak berpikir, insomnia, kecemasan terkait sekolah, dan kelelahan akademik tersebar luas di antara individu di tahap remaja. Kejadian ini berasal dari adanya harga diri yang rendah pada remaja, yang secara signifikan mempengaruhi perkembangan mereka. Melalui metodologi penelitian kepustakaan, informasi dan data berharga dikumpulkan dari berbagai sumber terkait termasuk artikel, jurnal, dan buku. Harga diri terutama menunjukkan penilaian diri positif komprehensif individu. Dalam konteks Islam, harga diri dikenal sebagai muru'ah, yang menekankan pentingnya menjaga harga diri Muslim dan mengumpulkan rasa hormat dari orang lain, terlepas dari praktik keagamaan. Remaja dengan persepsi diri yang positif cenderung menunjukkan keunggulan moral, menunjukkan kebaikan terhadap Pencipta, orang tua, pendidik, dan teman sebaya mereka. Artikel ini disusun di sekitar enam tema utama: perspektif psikologis tentang harga diri, sudut pandang Islam tentang harga diri, faktor-faktor yang mempengaruhi harga diri, keuntungan harga diri untuk remaja, strategi praktis untuk memperkuat harga diri remaja dan inisiatif untuk meningkatkan harga diri.
Rini RahmanDinovia Fannil KherYati Aisha Rani