Wati WatiMegawati MegawatiNi Putu Sri Pinatih
Agama Hindu merupakan salah satu agama yang diakui oleh pemerintah Indonesia, yang penganutnya tersebar hampir diseluruh pelosok wilayah Indonesia. Dalam praktik ritual keagamaan, agama Hindu memiliki perbedaan dari satu daerah dengan daerah lainnya yang disesuaikan dengan Desa Kala Patra. Namun pada umumnya memiliki tujuan yang sama. Salah satu contohnya yaitu agama Hindu yang ada di pulau Kalimantan tepatnya provinsi Kalimantan Tengah yang dikenal dengan nama Hindu Kaharingan yang penganutnya merupakan suku Dayak, suku asli Kalimantan. Dalam praktik keagamaan, masyarakat Hindu Kaharingan memiliki ciri khas tersendiri dan unik. Misalnya pada upacara Manyaki Tihi yang merupakan sebuah praktik kegiatan keagamaan dalam mendukung pendidikan prenatal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisa implementasi pendidikan prenatal melalui Manyaki Tihi pada umat Hindu Kaharingan di Desa Tangki Dahuyan Kecamatan Manuhing. Metode dalam penelitan ini adalah kualitatif deskriptif. Adapun hasil penelitian yaitu upacara Manyaki Tihi adalah sebuah upacara yang dilakukan oleh masyarakat Hindu Kaharingan secara turun-temurun yang ditujukan untuk ibu hamil atau ibu yang sedang mengandung dilatar belakangi atas dasar peristiwa-peristiwa sulit yang dihadapi oleh seorang perempuan yang sedang mengandung sampai ia melahirkan. Upacara Manyaki Tihi memiliki tiga rangkaian kegiatan yaitu: 1) Persiapan, yaitu menentukan hari baik dan menyiapkan sarana seperti: beras, hewan korban berupa babi dan ayam untuk diambil darahnya, sirih pinang, minyak kelapa, air, tutup panci, jala, tikar (Amak), dupa atau kemenyan dan perkakas seperti kapak, parang, dan batu asah. 2) Kegiatan inti, yaitu memoleskan (manyaki) darah babi dan ayam pada ibu hamil dan menaburkan beras putih keberbagai penjuru. Dan, 3) Penutup, yaitu tampung tawar. Serta implementasi yaitu upacara ini hanya boleh dilakukan oleh wanita yang beragama Hindu Kaharingan yang sedang mengandung anak pertama pada usia kandungan memasuki usia 7 bulan. Karena upacara ini akan membuat sang calon ibu merasa lebih damai dan tenang, karena selama upacara sang Basir akan mengucapkan doa-doa yang ditujukan untuk para leluhur dan Ranying Hatlla Langit. Sehingga sang ibu merasa lebih tenang dan siap untuk menghadapi kelahiran bayi pertamanya. Dan sang bayi dalam kandunganpun akan menjadi lebih sehat, karena sang ibu tidak mengalami stres.
Derson DersonI Gusti Agung DharmawanTardi Edung
Nali EkaMelky SetiyawanKomang Suarta
Sihung Sihung SihungI Gusti Agung Dharmawan