Grasiara Naya SMery SuryantiHana Faridah
Saat ini generasi siswa SD putus sekolah masih menjadi fenomena masif di Desa Matang Segarau. Sehingga menjadi sorotan dan prioritas bagi desa-desa yang melakukan upaya ekstra untuk mengatasi permasalahan tersebut. Berdasarkan data desa, masih ditemukan 28 orang yang tidak bersekolah sama sekali. Selain itu dari segi pendidikan lulusan Sekolah Dasar (SD) sebanyak 120 orang, disusul lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) urutan kedua sebanyak 105 orang. Data tersebut menunjukkan bahwa lulusan pada jenjang Wajib Belajar 9 (sembilan) tahun masih rendah. Artinya semakin tinggi pendidikan maka semakin sedikit penduduk yang mempunyainya. Penyelesaian permasalahan tersebut merupakan tugas bersama seluruh pemangku kepentingan yang ada di desa Matang Segarau, sehingga menarik perhatian penulis untuk melakukan penelitian di desa ini, bertujuan untuk memecahkan permasalahan yang terjadi. Metode yang digunakan adalah metode studi empiris kualitatif (penelitian lapangan), yaitu dengan mengidentifikasi permasalahan yang terjadi secara langsung di lokasi. Menggunakan pendekatan kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab siswa putus sekolah, kemudian faktor-faktor penyebab kurangnya motivasi belajar dan kendala dalam proses belajar siswa sekolah dasar dengan merumuskan strategi peningkatan motivasi belajar di sekolah dasar mahasiswa agar ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Sehingga hasil penelitian ini diharapkan dapat memecahkan permasalahan dan menjadi solusi dalam upaya penanggulangan anak putus sekolah dasar, di desa Matang Segarau, Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.
Suparman SuparmanJunaidin Junaidin
Nur Laili IndasariSiti Amaliati
Ninik IndriastutikIbadullah MalawiFida ChasanatunNurul Khoiriyatun
Windha Aestetika WulandariNinik IndawatiSiti Halimatus Sakdiyah