JOURNAL ARTICLE

Perlindungan Hukum Bagi Korban Kekerasan Seksual: Upaya Pemulihan dan Hak Privasi Korban Kekerasan Seksual di Era Disrupsi Digital

Abstract

AbstrakKasus kekerasan seksual semakin bertambah setiap tahunnya. Dengan adanya perkembangan teknologi di eradigital, lingkup tindak pidana kekerasan seksual semakin meluas. Di Indonesia sendiri masih belum adanyapengaturan khusus yang membahas mengenai kekeras an seksual secara umum sehingga mengakibatkanketidakpastian hukum. Kekerasan seksual ini memberikan dampak fisik dan terutama dampak traumatispsikologis bagi korban dan hal tersebut membutuhkan tindakan pemulihan yang berkelanjutan. Selain itu,dampak dari tindak pidana kekerasan seksual ini juga sudah meluas ke arah privasi dari korban. Seperti yangdiketahui juga bahwa hak privasi merupakan suatu bagian dari hak asasi manusia yang perlu dilindungi. Makadari itu, tersebarnya identitas, foto-foto, dan video kronologi merupakan pelanggaran terhadap hak privasikorban. Hal tersebut juga sudah seharusnya menjadi alasan dari urgensi pengesahan Rancangan Undang -Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) juga hal yang sama berlaku untuk pengesahanRancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP).Kata Kunci : hak privasi, kekerasan seksual, perlindungan dan pemulihan, RUU TPKS AbstractCases of sexual violence are increasing yearly. The development of technology in the digital era causethescope of criminal acts of sexual violence is expanding. In Indonesia , there is still no specific regulation aboutsexual violence in general, resulting in legal uncertainty. This sexual violence has a physical impact andespecially a psychological traumatic impact for the victim and it requires continuous remedial action. Inaddition, the impact of this criminal act of sexual violence has also extended to the privacy of the victim. Asknown, the right to privacy is a part of human rights that needs to be protected. Therefore, the distribution ofidentities, photographs, and chronological videos is a violation of the victim's right to privacy. Therefore, theratification of the Sexual Violence Bill (RUU PKS) and the ratification of the Personal Data Protection Bill (RUUPDP) must be implemented immediately.Keywords : privacy rights, sexual violence, protection and recovery, RUU TPKS

Keywords:
Humanities Psychology Art

Metrics

3
Cited By
2.76
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
7
Refs
0.92
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Citation History

Topics

Indonesian Legal and Regulatory Studies
Social Sciences →  Social Sciences →  Political Science and International Relations
Legal and Policy Analysis in Indonesia
Social Sciences →  Social Sciences →  Law
Legal and Social Justice Studies
Social Sciences →  Social Sciences →  Law

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

Perlindungan Hukum bagi Anak Korban Kekerasan Seksual

Puja Riani NasutionMuhammad Ridwan Lubis

Journal:   Al-Zayn. Year: 2025 Vol: 3 (3)Pages: 1459-1464
JOURNAL ARTICLE

Upaya Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Kekerasan Seksual

Elvi Zahara Lubis

Journal:   JUPIIS JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Year: 2017 Vol: 9 (2)Pages: 141-141
JOURNAL ARTICLE

Perlindungan Hukum Anak Korban Kekerasan Seksual

Ahmad Jamaludin

Journal:   JCIC Jurnal CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial Year: 2021 Vol: 3 (2)Pages: 1-10
JOURNAL ARTICLE

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN KEKERASAN SEKSUAL

Windy Widya SisthaIrawan HarahapRudi Pardede

Journal:   Collegium Studiosum Journal Year: 2025 Vol: 8 (1)Pages: 394-312
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.