Dalam situasi menghadapi ujian nasional di sekolah, tidak sedikit siswa yang mengalami kecemasan. Kecemasan yang hadir sangatlah beragam, mulai dari ketakutan tidak bisa mengerjakan soal sampai ketakutan tidak lulus, sampai pada akhirnya berdampak pada keputus asaan terhadap masa depan dengan tidak bisa diterima di sekolah lanjutan yang diinginkan. Bimbingan dan Konseling berupaya mereduksi gangguan kecemasan yang dialami oleh siswa melalui aktivitas layanan konseling kelompok. konseling kelompok yang dilakukan yakni melalui pendekatan behavioral menggunakan teknik desensitisasi sistematis dengan relaksasi.Untuk itulah peneliti mengangkat masalah penelitian mengenai cara merediksi kecemasan menghadapi ujian melalui layanan konseling kelompok menggunakan teknik desensitisasi sistematik dengan relaksasi pada siswa kelas IX-F SMP Negeri 3 Rancaekek.Penelitian ini bertujuan untuk mereduksi gangguan kecemasan dalam menghadapi ujian pada siswa kelas IX-F SMP Negeri 3 Rancaekek tahun pelajaran 2019-2020. Dalam penelitian ini, yang menjadi rumusan masalahnya adalah: Apakah layanan Konseling Kelompok melalui teknik desensitisasi sistematis dengan relaksasi dapat mereduksi gangguan kecemasan dalam menghadapi ujian pada siswa kelas IX-F SMP Negeri 3 Rancaekek tahun pelajaran 2019-2020?Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian dari siklus 1 ke siklus 2 persentase siswa/konseli yang mengalami gangguan kecemasan menurun sebesar 20,36%. Pada siklus 1 persentase siswa yang mengalami gangguan kecemasan sebesar 71,9% dan pada siklus 2 sebesar 51,5%. Hal ini menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok melalui desensitisasi sistematik dengan teknik relaksasi berhasil dalam mereduksi gangguan kecemasan pada siswa/konseli.
Anastasya HaeraniSuciani LatifSahril Buchori
Anggia Maretta IreelYessy ElitaArsyadani Mishbahuddin