JOURNAL ARTICLE

Tradisi nadran sebagai kearifan lokal masyarakat pesisir Cirebon dalam kaitannya dengan kelestarian lingkungan

Mulyana HadidHertien Koosbandiah Surtikanti

Year: 2024 Journal:   Journal of Socio-Cultural Sustainability and Resilience Vol: 1 (2)

Abstract

Wilayah pesisir identik dengan negara Indonesia, yakni sebagai negara kepulauan. Cirebon sebagai kawasan pesisir, maka wilayah ini menjadi pertemuan berbagai arus daerah sehingga memungkinkan terjadinya akulturasi budaya. Cirebon berasal dari kata Caruban yang berarti campuran. Makna ini dianggap mewakili identitasnya sebagai daerah yang ditempati oleh berbagai suku bangsa sehingga menyebabkan terjadinya akulturasi budaya yang kompleks. Terdapat berbagai budaya atau tradisi yang tetap dilestarikan masyarakat Cirebon tiap tahunnya seperti tradisi nadran. Sungai Bondet merupakan salah satu perairan yang terletak di Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Sungai ini bermuara langsung ke Laut Jawa dan menjadi salah satu tempat dilaksanakannya nadran. Kehidupan masyarakat pesisir Cirebon tidak dapat dilepaskan dari perairan. Berdasarkan hal tersebut maka segala hal termasuk pelaksanaan tradisi nadran yang dilakukan akan berhubungan dengan pengaruhnya terhadap kondisi laut dan sungai Bondet. Melalui observasi, wawancara, dan penyebaran angket kepada masyarakat setempat akan dianalisis keterkaitan antara tradisi nadran yang dilakukan oleh masyarakat pesisir Cirebon dengan kondisi laut maupun sungai Bondet dan sekitarnya dalam pelestarian lingkungan. Diketahui bahwa pelaksanaan nadran mendapat dukungan penuh, proses pelarungan dalam tradisi nadran justru menjadi simbol untuk menjaga kelestarian alam. Nadran menjadi hal yang esensial, melalui nilai-nilai kearifan lokalnya sehingga terciptanya kesadaran masyarakat untuk melestarikan lingkungan. Meskipun berdasarkan observasi, terdapat kemungkinan adanya pencemaran yang ditimbulkan. Hal tersebut timbul dari perilaku tidak bertanggungjawab masyarakat. Kesadaran masyarakat, petugas, dan pengawasan pemerintah menjadi hal yang penting dalam melestarikan tradisi nadran dengan tetap memerhatikan kelestarian lingkungan.

Keywords:
Philosophy

Metrics

0
Cited By
0.00
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
12
Refs
0.02
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Topics

Community-based Tourism Development and Sustainability
Social Sciences →  Social Sciences →  Sociology and Political Science
Architectural and Urban Studies
Social Sciences →  Arts and Humanities →  Conservation
Cultural and Artistic Studies
Social Sciences →  Social Sciences →  Cultural Studies

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

Tradisi Dawuhan Sebagai Kearifan Lokal dalam Pelestarian Lingkungan Alam

Destina Marta FianiYusrotin Meila RizqinaAinun WahayuningtiyasNoor Fatmawati

Journal:   geoedusains Jurnal Pendidikan Geografi Year: 2024 Vol: 4 (2)Pages: 86-99
JOURNAL ARTICLE

Pendidikan Karakter melalui Tradisi Ngebuyu sebagai Kearifan Lokal Masyarakat Lampung Pesisir

Nur Indah LestariRinaldo Adi PratamaYusuf PerdanaSumargono Sumargono

Journal:   KAGANGA Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial-Humaniora Year: 2022 Vol: 5 (1)Pages: 88-99
JOURNAL ARTICLE

NADRAN SEBAGAI MODEL FESTIVAL PESISIR DI CIREBON

Yanti HeriyawatiAfri WitaJuju Masunah

Journal:   Panggung Year: 2023 Vol: 33 (2)Pages: 172-189
JOURNAL ARTICLE

NILAI NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM TRADISI KEKICERAN MASYARAKAT PUGUNG PESISIR BARAT LAMPUNG

Siti Tiara UlfaFarida AriyaniDeris Astriawan

Journal:   Jurnal Tiyuh Lampung Pendidikan Bahasa dan Kebudayaan Year: 2023 Vol: 7 (1)Pages: 29-39
JOURNAL ARTICLE

KEARIFAN LOKAL ADAT MASYARAKAT SUNDA DALAM HUBUNGAN DENGAN LINGKUNGAN ALAM

Ira Indrawardana

Journal:   KOMUNITAS INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Year: 2012 Vol: 4 (1)
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.