Bai’at gadang merupakan salah satu tradisi dalam tarekat syatariah yang melibatkan inisiasi spiritual dan komitmen pesertanya untuk mengikuti ajaran tarekat tersebut. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih luas tentang tradisi bai’at gadang tarekat syatariah serta melihat transformasi yang terjadi pada tata cara pelaksaan, makna dan peserta dalam acara yang dikakukan di Ponpes Nurul Yaqin Ringan-ringan tersebut. Melalui pendekatan kualitatif dan pengumpulan data melalui wawancara, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, penelitian ini mengungkapkan aspek-aspek penting dari tradisi bai’at gadang. Temuan studi ini juga mengungkapkan bahwa bai’at gadang merupakan praktik turunan dari bai’at yang biasanya dilakukan dikalangan pengikut tarekat syatariah. Dalam perkembangannya praktik bai’at gadang mengalami transformasi dalam tiga bentuk: pertama, perubahan dalam tata cara pelaksaan seperti waktu, tempat dan manajemen. Kedua, perubahan dalam bentuk jumlah peserta. Ketiga, perubahan dalam bentuk makna. Studi ini memberikan wawasan mendalam tentang praktik keagamaan dan spiritualitas dalam konteks pesantren di Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini juga dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan pemahaman lebih lanjut tentang tarekat syatariah dan tradisi bai’at gadang di kalangan akademisi, pemerhati agama, dan praktisi keagamaan.
Anwar HidayatAkhyar HanifRisman Bustamam
Romi AltaviaErnita ArifAzwar Azwar