Penelitian ini dilatar belakangi oleh munculnya fenomena kemerosotan akhlak, utamanya dikalangan pelajar. Adanya tindak kriminal, kenakalan pelajar, tawuran, degradasi moral adalah salah satu dari sekian banyak penyebab kemerosotan akhlak. Menyadari pentingnya kedudukan dan fungsi Al-Quran bagi umat manusia maka pengaplikasiannya menjadi penting dan wajib sebagai bentuk kepedulian bersama khususnya para pendidik, sehingga nilai-nilai pendidikan akhlak yang tercakup di dalamnya bisa disampaikan dengan baik kepada umat khususnya bagi para pelajar. Bermula dari keadaan ini penulis tertarik untuk meneliti implementasi nilai-nilai pendidikan akhlak dalam Al-Quran surat Ali-Imran ayat 159 di SMPN 1 Pagaden. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dengan menggunakan pendekatan study kasus. Sumber data primer yang digunakan adalah QS. Ali-Imran : 159 dan pihak-pihak yang berhubungan langsung dengan pembahasan. Sedangkan data sekundernya berupa buku, laporan jurnal, artikel dan tulisan yang berbicara tentang akhlak dan penenaman nilai-nilai pendidikan akhlak. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa, 1) Nilai pendidikan akhlak QS. Ali-Imran : 159 adalah sikap lemah lembut, pemaaf, musyawarah dan tawakal. 2) Peran guru sebagai fasilitator melalui nasihat, keteladanan, perhatian dan pembiasaan. 3) Faktor yang mempengaruhi akhlak siswa yaitu lingkungan keluarga, masyarakat dan teknologi. 4) Kendala yang dihadapi guru yaitu kurangnya motivasi siswa 5) Peran sekolah memberikan fasilitas terbaik, tenaga pendidik profesional dan program.
Fina Nailil RifqihLuqman Hakim
Wiwik DamayantiHasep SaputraAbdul Rahman
Sariaji Lina ErfinaJasmienti JasmientiMuhiddinur KamalAlimir Alimir