JOURNAL ARTICLE

KEBIJAKAN DISTRIBUSI DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI ISLAM

Irfan Saefuloh

Year: 2021 Journal:   Jurnal Pelita Nusa Vol: 1 (2)Pages: 113-125

Abstract

Distribusi pendapatan merupakan aspek terpenting karena berkaitan dengan bagaimana individu dapat mengalokasikan sumber daya secara efisien. Sumber daya yang efisien akan tercipta dapat mencapai titik kepuasan maksimal, dengan seadil-adilnya tanpa menzalimi individu yang lainnya. Dalam Islam terdapat berbagai nilai dan norma-norma yang harus diperhatikan dalam hal pengalokasian maupun pendistribusian pendapatan. Nilai dan norma-norma inilah yang menjadikan berbeda dengan konvensonal. Islam memang mengenal adanya kepemilikan individu yang mana dengan kepemilikan tersebut individu bebas memanfaatkannya, namun harus digaris bawahi terkait kebebasan kepemilikan, dimana dalam kekayaan yang menjadi milik individu bukan merupakan suatu kepemilikan yang mutlak, karena dalam Al-Qur’an sendiri menjelaskan bahwa setiap harta yang kita miliki terdapat hak-hak orang lain termasuk hak orang miskin. Setiap perekonomian dikatakan telah mencapai efisiensi yang optimal apabila telah mengguakan seluruh potensi sumber daya manusia dan materi terbatas sedemikian rupa sehingga kuantitas barang dan jasa maksimum dapat memuaskan kebutuhan dengan tingkat stabilitas ekonomi yang baik dan tingkat pertumbuhan berkesinambungan pada masa yang akan datang. Agar alokasi pendistribusian memberikan efesiensi yang signifikan maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip; 1) keadilan dan pemerataan; 2) prinsip persaudaraan dan kasih sayang; 3) prinsip solidaritas sosial. Sistem ekonomi Islam terdiri dari zakat sebagai model distribusi wajib individu, wakaf sebagai instrumen distribusi individu untuk masyarakat, waris sebagai instrumen distribusi dalam keluarga, infak dan sedekah sebagai instrumen distribusi di masyarakat. Kebijakan distribusi yang diajarkan Islam sangat berkaitan dengan harta agar tidak menumpuk pada golongan tertentu di masyarakat serta mendorong terciptanya keadilan distribusi. Dalam konteks ini, pemerintah dituntut untuk tidak berpihak pada satu kelompok atau golongan tertentu agar proses distribusi dapat berjalan dengan adil. Kata Kunci : Alokasi, Distribusi Pendapatan, Ekonomi Islam

Keywords:
Humanities Physics Philosophy

Metrics

2
Cited By
2.90
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
2
Refs
0.93
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Citation History

Topics

Legal Studies and Policies
Social Sciences →  Social Sciences →  Law
Economic Growth and Fiscal Policies
Social Sciences →  Economics, Econometrics and Finance →  Economics and Econometrics
Islamic Finance and Banking Studies
Social Sciences →  Business, Management and Accounting →  Accounting

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

KEBIJAKAN DISTRIBUSI DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI ISLAM

Naerul Edwin Kiky Aprianto

Journal:   JURNAL HUKUM ISLAM Year: 2017 Pages: 73-96
JOURNAL ARTICLE

Kebijakan Distribusi Ekonomi Islam dalam Membangun Keadilan Ekonomi Indonesia

Ruslan Abdul Ghofur Noor

Journal:   ISLAMICA Jurnal Studi Keislaman Year: 2014 Vol: 6 (2)Pages: 316-316
JOURNAL ARTICLE

KEBIJAKAN DISTRIBUSI SUMBER PENDAPATAN EKONOMI FISKAL DALAM ISLAM

Harmon Amir

Journal:   Jurnal Khazanah Ulum Ekonomi Syariah (JKUES) Year: 2021 Vol: 5 (1)Pages: 28-43
JOURNAL ARTICLE

Kebijakan Moneter dalam Presfektif Ekonomi Islam Pada Pembangunan Ekonomi

Dewi Maharani

Journal:   Jurnal Keislaman Year: 2023 Vol: 6 (2)Pages: 360-368
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.