Tri WidyastutiNani Mira KhoirunnisaMegananda Hiranya PutriNining Ningrum
Kecemasan adalah reaksi normal manusia yang sudah tampak sejak masa anak-anak. Salah satu hal yang sering membuat anak cemas adalah pergi ke dokter gigi, terutama saat gigi harus melakukan perawatan pencabutan gigi. Bagi terapis gigi dan mulut serta dokter gigi, kecemasan terhadap perawatan gigi merupakan suatu tantangan dalam melakukan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, khususnya pada pasien anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan pasien saat pencabutan gigi di klinik utama Yayasan Kesehatan Gigi Anak Indonesia. Jenis metodologi pada penelitian ini ialah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan observasional. Jumlah sampel sebanyak 19 orang, pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Aksidental Sampling. Peneliti mengumpulkan data secara langsung pada sampel, dengan bantuan enumerator, dan kemudian menampilkannya dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian pada anak-anak mayoritas menunjukkan rasa cemas pada facial image scale pada wajah datar pada saat sebelum dilakukan pencabutan gigi. Wajah datar ditandai dengan perasaan agak tidak senang yang ditunjukkan dengan sudut-sudut mulut yang menunjukkan indikator ketidakpuasan sedang. Faktor yang menyebabkan kecemasan mayoritas disebabkan oleh faktor ketakutan/phobia terhadap alat perawatan gigi sebanyak 17 responden (89,5%). Faktor yang menyebabkan kecemasan terbanyak kedua ialah faktor keluarga dan teman yaitu sebanyak 10 responden (52,6%). Faktor yang menyebabkan kecemasan paling sedikit ialah faktor pengalaman traumatik yaitu sebanyak 2 responden (10,5%). Untuk mengurangi kecemasan perawatan gigi pada anak dapat menggunakan teknik tell-show-do dan penggunaan aroma terapi.
Siti KhairunnisaVeny ElitaBayhakki Bayhakki
MurdayahDewi Nopiska LilisEndah Lovita
Ni Rai Sintya AgustiniI Ketut SwarjanaIGNM Kusuma NegaraNi Made Sri Rahyanti
Puji Astuti WiratmoYoanita HijriyatiErni Sumiati