Lutfia QurotulnguyunFidha RahmayaniSutarto Sutarto
Prevalensi penderita diabetes melitus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Indonesia menempati peringkat ke-7 dunia dengan jumlah penderita diabetes mencapai 10,7 juta jiwa. Diabetes dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular. Salah satu komplikasi uatama diabetes melitus adalah neuropati diabetik. Neuropati diabetik adalah komplikasi mikrovaskuler yang menyebabkan disfungsi saraf perifer yang menyerang ekstrimitas bawah terutama tungkai. Sekitar 50% penderita diabetes melitus mengalami neuropati diabetik. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup pasien, meningkatkan risiko amputasi, bahkan kematian pada penderita diabetes. Obat-obatan seringkali menjadi pilihan utama untuk terapi, namun kendala biaya dan efek samping menimbulkan minat untuk mencari alternatif pengobatan lain. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan berolahraga. Salah satu olahraga yang dianjurkan adalah senam kaki diabetik. Senam kaki diabetik merupakan olahraga ringan berfokus pada tungkai yang terdiri dari sepuluh langkah. Olahraga ini dapat dilakukan dengan mudah, tidak membutuhkan biaya, dan tidak memakan waktu yang lama. Beberapa studi menyatakan bahwa senam kaki diabetik dapat menjadi alternatif untuk mencegah dan menghambat perburukan neuropati pada pasien diabetes melitus dengan membantu memperlancar sirkulasi darah perifer serta menguatkan otot-otot pada ekstrimitas bawah untuk mencegah luka dan deformitas kaki.
Yuli AstutiMuhammad FandizalDhien Novita Sani
Rosmalina HoerunisaHenri SetiawanAyu Endang PurwatiNur Hidayat
Muhamad SaifudinMeynur RohmahDwi Wahyuni
Putri Tiara SidabutarYusuf Froni HalawaNoniatri ZiliwuPurna Dwikita ZendratoSeni Rofil Sandyani MendrofaEka NurhayatiTrionyta DeboraIntan Mutia Rahmi