Tahan Mentria CambahAgunius Gosyen
Gereja Kalimantan Evangelis (GKE). Pada awal sejarah GKE, bahasa Dayak Ngaju telah menjadi media yang efektif dalam menyampaikan Injil di Kalimantan. Penelitian khusus tentang kontekstualisasi bahasa Dayak Ngaju tidak banyak dilakukan secara mendalam. Tulisan ini bertujuan mengungkapkan proses kontekstualisasi bahasa Dayak Ngaju yang digunakan dalam liturgi GKE, khususnya Jemaat Eben Ezer. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan kerangka pemahaman J. D. Crihton dan Lawrence A. Hoffmann tentang sejarah liturgi dikombinasikan dengan pemahaman David Hesselgrave dan Rommen tentang proses kontekstualisasi serta dipadukan dengan pikiran James F.White tentang kontekstualisasi liturgi. Dalam sejarah ditemukan bahwa kontekstualisasi liturgi di GKE dipengaruhi oleh penerjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Dayak Ngaju (Surat Barasih), teks liturgi Bahasa Dayak Ngaju, Nyanyin Ungkup (Nyanyian Jemaat berbahasa Dayak Ngaju) dan bahan-bahan pembinaan rohani lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pembalikkan proses kontekstualisasi bahasa Dayak Ngaju di GKE. Pada awalnya relevan dengan konteks, tetapi lama-kelamaan konteks berubah, sehingga kontekstualisasi bahasa Dayak Ngaju di GKE Eben Ezer pun harus berubah pula.
Pransinartha PransinarthaJonathan SalmanezerMeiske Lydia Paulina Wowiling
Keloso S. UgakAlexandra BintiHendraWahyuno
Keloso SudiantoLia AfrilianiRena Berkatni