Mayoritas pelaku UMKM mengalami penurunan omset penghasilan hingga kebangkrutan akibat pandemi yang membuat kondisi keuangan menjadi kritis. Dalam masa pandemi ini UMKM olahan jambu mete sempat mengalami penurunan pendapatan karena kurangnya minat pembeli, ditambah dengan cara penyebaran produk yang hanya mengandalkan mulut ke mulut serta penjual sayur keliling dan toko-toko yang ada disekitar. Untuk itu diperlukan pengembangan produk dan pemasaran melalui digital marketing agar penghasilan bisa kembali bangkit. Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD). Metode ABCD merupakan sebuah pendekatan dalam pengembangan masyarakat yang berada dalam aliran besar mengupayakan terwujudkan sebuah tatanan kehidupan sosial dimana masyarakat menjadi pelaku dan penentu upaya pembangunan di lingkungannya. Dalam upaya pengembangan UMKM untuk meningkatkan penghasilan melalui digital marketing ditemukannya permasalahan yang ada, diantaranya : (1) Kurangnya peminat dari produk sehingga diperlukan inovasi produk, (2) Pemasaran produk yang konvensional, (3) Pelaku UMKM masih awam dengan pemanfaatan teknologi. Inovasi produk diterima baik oleh pembeli walaupun belum seberapa peminatnya. Akan tetapi usaha dalam perkembangan produk guna meningkatkan penghasilan harus terus berjalan.
Munawarah MunawarahSujono SujonoMuhammad Al GhozaliAhmad Khusnul HakimLaily Mufarrohah
Putri Nurul KhasanahUlfi At-Tiqohtur RohmahNurma HidayahMoh. AlfandiSadik AzaniMaudy FatimatuzzahroDzurrotul Maulidah AzkiyahWahyu SetiawanErmalinda Oktavera PutriFaiqotun Ni’mahArya Fadila AkbarDewi Novita SariYusrina Al Mak'isyahIndra WijayaIbriziyah IbriziyahRisania FebiantiSelvia Dia RosaSurahmat Surahmat
Sayda Firdausi NuzulaNilna FauzaDhiya’u Shidiqy
Fitriyah Ika AstutikAbdul Bari
Nidaul Hasanah MirfaqoKomariyah KomariyahAsti Setiawati