Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran budaya lokal masyarakay suku tengger pada proses adopsi inovasi diera new normal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan dalam penelitian ini adalah Penyuluh Pertanian, Mantri Tani, Tokoh Masyarakat/Ketua Adat dan Petani Kecamata Tosari Kabupaten Pasuruan Berdasarkan hasil kajian diketahui bahwa pada masyarakat suku tengger memiliki budaya lokal yang dapat menentukan cepat atau lambatnya suatu proses adopsi inovasi, sebagai masyarakat yang mayoritas adalah petani sayuran, maka perlu adanya suatu inovasi dalam proses berbudidaya, sebagai upaya untuk dapat meningkatkan kesejahteraan para petani. Diterima atau tidaknya suatu inovasi sangat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki, selama inovsi yang akan diterima tidak bertentengan dengan budaya yang mereka anut secara turun temurun. Pada kondisi ini strategi dan pendekatan oleh agen pembaharu terutama diera new normal seperti ini harus cermat dan tepat, agar peroses penyampaian inovasi dapat di adopsi oleh petani di wilayah Tengger. Kata Kunci: budaya lokal, adopsi inovasi, suku Tengger
Hari MinantyoMichael Ricky SondakOki KrisbiantoBaswara Yua KristamaTheodora Kezia SudibyoZefnat Gusti RaharjaNabilah Sukma Hadipratista
Ahmad Rifai RidwanAhmad Sultra RustanA. Nurkidam
Achmad ZurohmanBabul BahrudinFina Risqiyah
Merlina AgustinNurito NuritoIsnaeni WijayantiNaila RizqiahLaelia Nurpratiwiningsih
Maria Dewi RosaryMichael Owen TantrajayaMitzy Ghema SusantoAltrerosje AsriCynthia TjandraJurusan Arsitektur , Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Kristen PetraAltrerosje AsriJurusan Arsitektur , Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Kristen PetraCynthia TjandraJurusan Arsitektur , Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Kristen Petra