Husniar HusniarSt. SabahannurRasmeidah Rasyid
Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke-empat di dunia, masyarakatnya masih banyak yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya sehingga menjadi salah satu penyebab masih rendahnya tingkat konsumsi ikan masyarakat Indonesia dibanding negara tetangga. Penelitian ini bertujuan untuk: mendeskripsikan proses pengolahan kerupuk amplang, menganalisis nilai tambah pada, menganalisis jumlah produksi dan pendapatan kerupuk amplang, menganalisis kelayakan usaha kerupuk amplang pada Usaha Amplang Azzahra di Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini dilakukan di Kota Tarakan dengan memilih sampel yaitu di Usaha Amplang Azzahra, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Populasi dalam penelitian ini pemilik dan seluruh karyawan sebagai responden yang terdiri dari 1 orang pemilik, 1 orang bendahara dan 5 orang karyawan Usaha Amplang Azzahra. Seluruh responden atau informan diharapkan sebagai sumber informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: proses pengolahan daging ikan bulan-bulan menjadi kerupuk amplang, yaitu mulai dari persiapan bahan baku, membuat racikan bumbu-bumbu, proses pencampuran bahan baku dan bumbu-bumbu, pembentukan adonan kerupuk amplang, proses penggorengan, penirisan, produk kerupuk amplang dan pengamasan, besarnya nilai tambah pada produk kerupuk amplang yaitu Rp.236.527/Kg dan rasio nilai tambah sebesar 78,89%. Nilai tambah produk olahan daging ikan termasuk kategori tinggi karena lebih besar dari 40%, besarnya pendapatan sebesar Rp. 17.839.201, usaha Amplang Azzahra memperoleh R/C ratio 1,59 lebih dari satu yang artinya produk menguntungkan dan layak dikembangkan.
Ramli ArulBudi SetiawanSiti Asmaul Mustaniroh
Dameria FeronicaYudi FerriantaMasyhudah Rosni