Pandemi Covid-19 telah menghambat proses pendidikan. Pendidikan yang awalnya di ruang kelas, selama pandemi Covid-19 dilakukan secara online. Situasi seperti ini ternyata berdampak pada kurangnya keteladanan murid dalam berpikir, berbicara, dan bertindak. Implikasinya adalah adanya penurunan adab murid di sekolah, yang disebabkan minimnya pantauan guru dalam sistem online. Melihat permasalahan tersebut, penulis mencoba mencari alternatif solusi dengan memunculkan istilah dalam tarekat Tijaniyah yang disebut dengan suhbah. Menurut tarekat Tijaniyah, suhbah merupakan metode pendekatan guru-murid yang ditandai dengan inisiasi spiritual, penggunaan khirqah sebagai identitas lahir seorang ahli suluk. Dengan begitu, maka penulis berupaya untuk menguraikan teori dan aplikasi suhbah dalam membangun adab perspektif tarekat Tijaniyah. Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian kepustakaan dimana sumber primer didapatkan dari beberapa karya Tarekat Tijaniyah dan sekunder dari data lain yang terkait. Penelitian ini juga termasuk kualitatif, yang bertujuan mengembangkan dan membuktikan teori hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian yang dicapai adalah: Pertama; Teori suhbah dalam membangun adab perspektif tarekat Tijaniyah merupakan proses pendekatan guru-murid dengan cara mensucikan diri melalui wirid lazimah, wazifah, dan hailalah yang ditandai dengan inisiasi spiritual dan penggunaan khirqah untuk mencapai ma’rifatullah. Kedua; Aplikasi suhbah dalam membangun adab perspektif tarekat Tijaniyah dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu pendekatan vertikal dan pendekatan horizontal. Ketiga; Teori suhbah dan aplikasi suhbah dalam membangun adab perspektif tarekat Tijaniyah adalah untuk mentransformasikan akhlak murid menjadi berakhlakul karimah serta sampai pada derajat ma’rifah dengan cara mengamalkan wirid lazimah, wirid wazifah, dan wirid hailalah
Muhammad Thoriqul IslamKhoiruddin Nasution
Saifuddin SaifuddinWardani WardaniDzikri Nirwana