JOURNAL ARTICLE

MEDAN MAKNA ‘JATUH’ DALAM BAHASA SASAK DIALEK NGENO-NGENE

Abstract

Salah satu cara pemertahanan eksistensi bahasa daerah ialah dengan cara menginventarisasi bahasa daerah tersebut. Inventarisasi bahasa daerah salah satunya dapat berupa penelitian terkait bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan mendeskripsikan komponen makna ‘jatuh’ dalam bahasa Sasak dialek Ngeno-Ngene. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitiaan ini ialah metode deskriptif dengan bentuk kualitiatif. Data dalam penelitian berupa data lisan dari 25 informan penutur bahasa Sasak dialek Ngeno-Ngene di Dusun Montong Meong. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode cakap dan simak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah bentuk dan komponen makna yang berbeda-beda dari setiap bentuk yang bermakna ‘jatuh’ dalam bahasa Sasak dialek Ngeno-Ngene yang digunakan para penuturnya di Dusun Montong Meong, Desa Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Sejumlah bentuk kata jatuh dalam bahasa Sasak tersebut berdasar pada objek dan proses objek tersebut jatuh. Objek dengan kriteria makhluk hidup meliputi teri', reba', nyuksur, nunjem, kelegong, gelontong, kedarsot, kederos, kelengguk, kekelak, kekalep, ketumpak, sedangkan yang objek jatuhnya berupa benda (padat/cair) menggunakan kata teri', reba', klepos, nunjem, urut, numpas, gelontong, kesangkur, dan geriti’. Sementara komponen makna ‘jatuh’ dalam bahasa Sasak dibedakan menjadi proses terjadinya peristiwa jatuh baik manusia maupun benda (padat/cair) dan posisi objek yang terjatuh. Komponen makna ‘jatuh’ dalam bahasa Sasak dilihat dari proses terjadinya peristiwa jatuh baik manusia maupun benda (padat/cair) dengan pengertian objek meluncur dari atas ke bawah, objek terlepas dari tumpuan yang mengakibatkan perubahan posisi dari posisi vertikal menuju posisi horizontal, dan yang termasuk ihwal keduanya. Ihwal yang pertama meliputi teri', klepos, nunjem, kelegong, urut, numpas, kesangkur, dan geriti’. Ihwal proses jatuh yang kedua meliputi reba', nyuksur, kedarsot, kederos, dan kelengguk. Kemudian proses jatuh yang termasuk ke dalam dua ihwal tersebut meliputi kekelak, kekalep, dan ketumpak. Kriteria berikutnya ialah penyebutan kata jatuh dalam bahasa Sasak dialek Ngeno-Ngene berdasarkan posisi terjatuhnya meliputi kekelak, kekalep, dan ketumpak.

Keywords:
Mathematics Humanities Art

Metrics

0
Cited By
0.00
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
14
Refs
0.41
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Topics

Linguistics and Language Analysis
Social Sciences →  Arts and Humanities →  Language and Linguistics
Swearing, Euphemism, Multilingualism
Social Sciences →  Social Sciences →  Communication
English Language Learning and Teaching
Physical Sciences →  Computer Science →  Information Systems

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

Medan Makna Aktivitas Tangan dalam Bahasa Sasak Dialek Ngeno-Ngene

Hubbi Saufan HilmiFabio Testy Ariance Loren

Journal:   Ranah Jurnal Kajian Bahasa Year: 2019 Vol: 8 (1)Pages: 53-53
JOURNAL ARTICLE

SINONIM DALAM MEDAN MAKNA ‘MENYAKITI’ DALAM BAHASA SASAK DIALEK NGENO-NGENE

Nisawtul Hasanah

Journal:   LINGUA Jurnal Bahasa Sastra dan Pengajarannya Year: 2017 Vol: 14 (1)Pages: 113-126
JOURNAL ARTICLE

MEDAN MAKNA KATA “TERJATUH” DALAM BAHASA SASAK DIALEK MENO-MENI : KAJIAN SEMANTIK

B Yuliana

Journal:   Anafora Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Year: 2021 Vol: 1 (1)
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.