Penelitian dengan metode narrative literature review ini dilakukan untuk membahas kembali konsep religiusitas dan spiritualitas di Indonesia, khususnya dalam penelitian psikologi. Berdasarkan 10 artikel penelitian yang ditelusuri, diketahui bahwa konsep religiusitas dalam penelitian psikologi di Indonesia cenderung dijelaskan secara konsisten dan menekankan eratnya kaitan antara religiusitas dan agama. Secara singkat, religiusitas dipahami sebagai perasaan dan pengalaman yang dimiliki individu mengenai agamanya, seberapa jauh individu percaya dan memahami agama tersebut, serta seberapa patuh individu tersebut dengan aturan dan ritual yang harus dilaksanakan. Sementara itu, konsep spiritualitas cenderung memiliki beragam makna yang dapat melibatkan kehadiran agama maupun tidak. Secara umum, spiritualitas dapat dipahami sebagai cara hidup, persepsi, dan kesadaran individu terhadap hal yang transenden atau melebihi eksistensinya sebagai manusia sehingga mendorong pencarian makna dan pemahaman mengenai kehidupan. Adanya unsur transenden atau yang melebihi manusia dalam konsep spiritualitas dapat dikatakan sebagai salah satu alasan mengapa spiritualitas dapat tumpang tindih dengan religiusitas. Hal yang membedakan antara keduanya adalah spiritualitas cenderung bersifat universal dan tidak terbatas pada suatu agama atau sistem kepercayaan tertentu sehingga lebih abstrak, subjektif, dan personal ketimbang religiusitas. Meskipun terdapat tumpang tindih, religiusitas dan spiritualitas dapat dibedakan satu sama lain serta memiliki perannya tersendiri bagi individu.
Paulus Dimas PrabowoHengki Wijaya