JOURNAL ARTICLE

KODE SASTRA DALAM SYAIR DIDONG

Abstract

The study is titled“Literature Code In Didong Poetry”.The problem formulation in this research is "How is the literary code contained in Syair Didong?".The purpose of this research is to describe the literary code contained in Syair Didong.This research uses descriptive method and qualitative approach.Data collection is done by using text analysis technique. The data source in this research is Didong Jalu video recording between club Arita Mude and Biak Cacak in June 2020 ago in Darussalam Village, District Bener Kelipah, Bener Meriah Regency published by Gumara Enterteiment.The results of data analysis show Didong Jalu poem between clubs Arita Mude and Biak Cacak in June 2020 ago in Darussalam Village, Bener Kelipah Subdistrict, Bener Meriah Regency known that generally the theme of art itself about Islamic values ​​such as the words described in the Qur'an that is true words, imprinting words, good words, noble words and gentle words and interspersed with allusions between the two groups. In the Didong poem there are many icons and indexes used to embellish the contents of the poem. Furthermore, Didong's poem generally uses more icons and indexes. In the Didong poem there is no use of symbols in it. Abstrak Penelitian ini berjudul “Kode Sastra dalam Syair Didong”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kode sastra yang terdapat dalam syair didong? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kode sastra yang terdapat dalam syair didong. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif dan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis teks. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah video rekaman didong Jalu antara klub Arita Mude dan Biak Cacak pada bulan Juni 2020 yang lalu di Desa Darussalam, Kecamatan Bener Kelipah, Kabupaten Bener Meriah yang diterbitkan oleh Gumara Enterteiment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar syair didong bertemakan kesenian tentang nilai-nilai Islam seperti perkataan-perkataan yang diterangkan dalam Al-Qur’an yaitu perkataan benar, perkataan membekas, perkataan baik, perkataan mulia dan perkataan lemah lembut serta diselingi dengan sindiran-sindiran antara dua grup syair tersebut. Hasil analisis pada syair didong pada umumnya lebih banyak menggunakan ikon dan indeks. Dalam syair Didong tidak ditemukan penggunaan simbol. Kata Kunci: kode, Sastra, Syair, Didong

Keywords:
Poetry Humanities Art Theme (computing) Literature Computer science World Wide Web

Metrics

0
Cited By
0.00
FWCI (Field Weighted Citation Impact)
4
Refs
0.30
Citation Normalized Percentile
Is in top 1%
Is in top 10%

Topics

Educational Methods and Media Use
Physical Sciences →  Computer Science →  Information Systems
Educational Curriculum and Learning Methods
Social Sciences →  Social Sciences →  Education
Education and Character Development
Social Sciences →  Social Sciences →  Education

Related Documents

JOURNAL ARTICLE

Syair-syair dalam sastra Toraja / Jemmain, Hastianah

Jemmain

Journal:   MDM Policy & Practice Year: 1999 Vol: 1999 (1999)Pages: 1-99
JOURNAL ARTICLE

SYAIR LAGU DALAM PENGAJARAN SASTRA

Rika Widawati

Journal:   EDUTECH Year: 2014 Vol: 13 (2)Pages: 231-231
JOURNAL ARTICLE

Konseling Islam dalam Syair Didong di Kalangan Masyarakat Gayo

Risa KasihMarhamah MarhamahAbdul Mugni

Journal:   AL-UKHWAH - JURNAL PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM Year: 2023 Vol: 2 (1)Pages: 51-64
JOURNAL ARTICLE

Kode-Kode Budaya Dalam Sastra Lisan Biak Papua

Sriyono SriyonoSiswanto SiswantoUmmu Fatimah Ria Lestari

Journal:   ATAVISME Year: 2015 Vol: 18 (1)Pages: 75-89
JOURNAL ARTICLE

SYAIR CERMIN ISLAM DALAM KAJIAN SASTRA PROFETIK

Sahril SahrilNurelide Nurelide

Journal:   MEDAN MAKNA Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Year: 2024 Vol: 22 (2)Pages: 200-200
© 2026 ScienceGate Book Chapters — All rights reserved.